Pelatihan Kerja Tahap Kedua di PPKD Jaktim Ramai Peminat
Tidak kurang dari 1.000 warga mendaftar untuk mengikuti seleksi pelatihan kerja tahap kedua di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Seleksi ini berlangsung mulai 18-19 Maret 2025.
"Pelatihan kerja ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas"
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, seleksi yang dilakukan meliputi uji tertulis dan tes wawancara. Bagi yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan kerja mulai 14 April-14 Juni 2025.
"Pelatihan kerja ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas. Sehingga, dalam proses seleksi turut dilibatkan ahli bahasa isyarat dan pendampingan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia," ujarnya, Rabu (19/3).
94 Warga Klender dan CBU Diajak Tinjau PPKD JaktimTeguh menjelaskan, dari total 1.000 pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi, nantinya hanya ada 320 peserta yang diterima.
"Mereka akan mengikuti pelatihan dari 10 bidang kejuruan yang ada di PPKD Jakarta Timur," terangnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan di PPKD Jakarta Timur sangat tinggi. Selain penyandang disabilitas, remaja dari lokasi rawan tawuran akan menjadi prioritas mengikuti pelatihan kerja.
"Antusias warga untuk mengikuti pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur sangat tinggi. Terbukti, tahapan seleksi hati ini membludak meski di bulan puasa," ungkapnya.
Sementara itu, ahli bahasa isyarat pendamping tahapan seleksi, Frans Susanto menuturkan, banyak penyandang disabilitas yang ikut mengikuti pelatihan agar bisa cepat diterima bekerja atau berwirausaha.
"Khusus untuk penyandang disabilitas seleksi pertanyaan seputar data pribadi calon peserta. Kemudian, darimana memperoleh informasi pelatihan kerja dan lainnya," ucapnya.
Sementara itu, penyandang disabilitas peserta seleksi pelatihan kerja PPKD Jakarta Timur, Intan (23) mengaku sangat tertarik mengikuti pelatihan sebagai Barista karena ingin bekerja di kafe atau restoran.
"Saya baru ikut seleksi pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur karena mendapat informasi dari media sosial. Semoga bisa diterima mengikuti pelatihan agar nantinya juga mendapatkan sertifikat dari PPKD maupun BNSP," tandasnya.