You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
tolak ump
photo Bayu Suseno - Beritajakarta.id

Demo, Karyawan Pasar Segel Kantor Pengelola

Lantaran tak mendapat kejelasan putusan manajemen mengenai tuntutan gaji yang sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), puluhan karyawan Pasar Muara Karang, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (14/4).  Puluhan massa kemudian menyegel kantor pengelola. Tidak hanya itu, massa juga memaksa pedagang lainnya untuk menutup tokonya untuk ikut demo.

Kita tidak ada uang lembur, kalau sakit gaji kita dipotong selama tidak masuk. Padahal UMP sekarang itu Rp 2,4 juta

Demonstrasi yang dimulai sejak pagi, puluhan massa berkumpul di kantor pengelola, PT Bumi Sentosa Jaya, di lantai 3 pasar.  Karena tidak ditemui direksi hingga pukul 14.00, puluhan massa kemudian menyegel kantor pengelola.

Koordinator demonstrasi, Onderi (33), mengatakan, aksi karyawan tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka yang selama ini hanya di gaji sebesar Rp 1,5 juta perbulan. Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan asuransi kesehatan, jaminan sosial, dan ketentuan jam kerja yang jelas.

Sopir Truk Pertamina Tuntut Upah Lembur Selama 6 Tahun

"Kita tidak ada uang lembur, kalau sakit gaji kita dipotong selama tidak masuk. Padahal UMP sekarang itu Rp 2,4 juta," ujarnya, Senin (14/4).

Tuntutan karyawan, kata Onderi, sudah berlangsung cukup lama, namun tidak pernah diperhatikan perusahaan. Bahkan, sebanyak 2 orang karyawan dipecat karena melakukan protes pada manajemen terkait minimnya gaji.

"Terakhir kita dengar seluruh karyawan akan dipecat. Saat ini draftnya sudah disiapkan, tinggal tunggu waktu saja," ucapnya.

Sementara itu, Manager Pengelola Pasar, Surjito, mengatakan, pihak manajemen tidak bisa mengambil keputusan atas tuntutan para karyawan. Sehingga dirinya akan menyerahkan persoalan ini kepada jajaran di atasnya.

"Besok kita selaku manajemen akan bertemu dengan direksi untuk membahas tuntutan karyawan. Terkait kebijakan perburuhan adalah wewenang Direksi," ujarnya.

Surjito mengakui, di pasar seluas 3.000 meter persegi dengan 8 lantai itu terdapat 400 kios. Total karyawan sebanyak 38 orang itu pun memang hanya digaji sebesar Rp 1,5 juta.

"Semenjak Direktur HRD meninggal pada tahun lalu, memang belum ada penggantinya. Besok akan kita bicarakan dengan jajaran direksi agar persoalan ini tuntas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2908 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2338 personNurito
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1706 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1685 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1674 personDessy Suciati