You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
200 Ekor Kucing Berhasil Disterilisasi di Jaktim
photo Doc - Beritajakarta.id

200 Kucing di Jaktim Berhasil Disterilisasi

Sebanyak 200 ekor kucing di Jakarta Timur berhasil disterilisasi dalam periode 1 Januari-24 April 2025. Sterilisasi ini terus digencarkan untuk mengendalikan populasi kucing.

"Saat ini populasi kucing masih cukup tinggi"

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, tahun ini ditargetkan sebanyak 2.000 ekor kucing dilakukan sterilisasi.

"Saat ini populasi kucing masih cukup tinggi, terutama kucing liar. Untuk itu sterilisasi perlu dilakukan karena hewan ini sangat cepat berkembang biak," ujarnya, Jumat (25/4).

Sudin KPKP Jakpus Gelar Vaksinasi HPR Gratis 23 September

Taufik menjelaskan, program sterilisasi kucing akan terus dilakukan dengan melibatkan warga, komunitas pecinta hewan hingga klinik swasta.

"Untuk optimalisasi sterilisasi kucing kami mengadakan layanan jemput bola ke lingkungan permukiman. Selain itu, ada juga metode TNR untuk kucing liar," terangnya.

Sementara, salah seorang warga RW 02, Kelurahan Palmeriam, Ikbal (42) merespons positif upaya pengendalian kucing melalui sterilisasi. Terlebih, kucing merupakan salah satu hewan penular rabies (HPR).

"Perkembangbiakan kucing sangat cepat. Kita ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Sudin KPKP Jakarta Timur yang gencar melakukan sterilisasi kucing," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1157 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1142 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye904 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye883 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye830 personBudhi Firmansyah Surapati