You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pemkot Jakpus Gelar Sosialisasi - Coaching Clinic Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting
photo Folmer - Beritajakarta.id

Pemkot Jakpus Adakan Bimbingan Singkat Aksi Penurunan Stunting

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat, Selasa (15/7), mengadakan sosialisasi dan coaching clinic (bimbingan singkat) pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

"Prevalensi stunting menjadi salah satu indikator kinerja utama Pemprov DKI mengendalikan kualitas tumbuh kembang anak,"


Kegiatan yang digelar secara hybrid ini dibuka Wali Kota Arifin dan diikuti perwakilan dari delapan kelurahan serta kecamatan. 

10 Ibu Hamil di Pulau Panggang Disosialisasikan Gerakan Bumil Sehat

Dikatakan Arifin, penurunan prevalensi stunting merupakan salah satu arah strategis pembangunan nasional yang tercantum di dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 - 2029, serta sejalan dengan dengan Rancangan akhir RPJMD DKI Jakarta 2025 - 2029.

"Prevalensi stunting menjadi salah satu indikator kinerja utama Pemprov DKI dalam mengendalikan kualitas tumbuh kembang anak," ucap Arifin.  

Menurut Arifin, Pemkot Jakpus memprioritaskan pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui berbagai intervensi program yang dilaksanakan secara konvergen, lintas sektor dan berbasis data.

Disebutkan Arifi, kelompok sasaran intervensi meliputi ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi usia 0 - 23 bulan dan balita 24 - 59 bulan, remaja putri dan calon pengantin, rumah tangga serta masyarakat.

Arifin juga menyambut positif langkah Kemendagri menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.5.7/1685/Bangda tanggal 17 Madet 2025 yang menandai adanya transformasi dalam juknis aksi konvergensi.

Jika sebelumnya dikenal sebagai delapan aksi konvergensi, lanjut Arifin,  kini transformasi menitikberatkan pada penguatan peran kecamatan dan kelurahan, peningkatan kapasitas SDM serta pemanfaatan teknologi informasi berbasis transformasi digital.  

"Transformasi ini membawa pendekatan yang lebih strategis, terarah, efektif dan efisien dengan fokus pada enam kelompok sasaran utama dan 31 indikator intervensi yang wajib terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah," ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini pemangku kepentingan di Jakarta Pusat memahami secara menyeluruh substansi perubahan juknis aksi konvergensi, sekaligus memperkuat sinergi antar sektor dalam pelaksanaannya.

"Pengembangan aplikasi sistem informasi web aksi Bangda Kemendagri juga dapat menjadi lebih user friendly dan adaptif dibandingkan versi sebelumnya. Serta digunakan secara optimal dalam proses pemantauan dan evaluasi berbasis data untuk mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Jakpus," paparnya.

Ia juga mengajak peserta sosialisasi terutama penanggung jawab input data di tingkat kecamatan dan tim TPPS Kota Jakpus untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik baiknya.

"Pastikan proses penginputan dilakukan secara benar, tepat waktu dan sesuai juknis karena hal ini akan menentukan kualitas pengambilan kebijakan kita ke depan serta penilaian kinerja stunting berikutnya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PWNU DKI Percayakan Pemotongan Hewan Kurban di Dharma Jaya

    access_time28-05-2026 remove_red_eye1469 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1273 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1188 personAnita Karyati
  4. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1033 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Ribuan Wisatawan Berlibur ke Pulau Untung Jawa

    access_time01-06-2026 remove_red_eye868 personAnita Karyati