You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kisah Elen: Peraih Emas Fornas yang Sembunyikan Prestasi dari Rumah
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Maksimalkan Persiapan, Elen Sukses Raih Emas di Lari Trail Fornas VIII NTB

Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta kembali menambah pundi-pundi medali emas di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025. Kali ini, emas disumbangkan oleh Evelen Besthari Pongsibidang dari cabang olahraga Lari Trail nomor 10 kilometer Senior Putri.

"saya gas habis-habisan di downhill,"

Bertanding di jalur ekstrem kawasan Sembalun, Lombok Timur, perempuan yang akrab disapa Elen ini tampil gemilang dan berhasil finis terdepan setelah sempat tertinggal di posisi keempat.

Perempuan berdarah Toraja ini mencuri perhatian tidak hanya karena prestasinya, tetapi juga karena perjalanan emosional dan fisik yang ia jalani menuju kemenangan. Strategi ‘hajar di downhill’ itu menjadi penentu kemenangannya, terutama saat menyalip dua lawan kuat asal Papua dan Sulawesi Tengah.

Kandaskan Jambi di Final, Baveti Jakarta Pertahankan Tradisi Emas

“Tadi awalnya sempat ngos-ngosan karena terlalu cepat start. Kelemahan saya memang di tanjakan, jadi saya tahan dulu, tapi pas lihat rutenya sudah tinggal turunan, saya gas habis-habisan di downhill,” ungkap Elen, Selasa (29/7).

Kemenangan Elen bukanlah keberuntungan semata, melainkan hasil dari persiapan matang yang dijalani sejak jauh hari. Ia mengungkapkan, dua minggu sebelum Fornas, dirinya sudah berlatih di Gunung Gede Pangrango untuk menyesuaikan diri dengan medan berbukit seperti Sembalun.

“Sebelumnya saya juga pernah race di Rinjani, jadi memorinya masih kuat. Itu bantu banget secara mental. Saya juga latihan di Sentul dan Gepang untuk adaptasi elevation dan speed,” kata Elen.

Selain latihan medan, Ia juga menyesuaikan pola latihan menjadi lebih fokus pada kecepatan dengan metode interval dan tempo run.

Menariknya, ini adalah penampilan perdana Elen di Fornas dan juga di kategori 10 kilometer. Biasanya Ia berlaga di lomba ultra trail dengan jarak 50 hingga 60 kilometer yang lebih mengandalkan endurance.

“Awalnya saya ditaruh di 20K, lalu digeser ke 10K. Jujur sempat nggak pede karena 10K itu hajar-hajaran speed, sementara saya biasa main long run. Tapi mungkin ini bagian dari strategi tim ALTI DKI,” ujarnya.

Performa impresif Elen semakin menegaskan potensinya sebagai pelari trail elite. Ia sebelumnya telah meraih podium 3 di Coast to Coast (CTC) Ultra 50K di Yogyakarta dan podium 3 di Dieng Caldera Ultra 45K tahun ini.

“Podium di CTC adalah yang paling berkesan karena menjadi tonggak awal kariernya di dunia trail run,” tandasnya.

Sebagai informasi, Elen tergabung dalam komunitas Duraking Run Club dan Epic Trail, bahkan dipercaya sebagai salah satu kapten di komunitasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6864 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6345 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1444 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1425 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1342 personAldi Geri Lumban Tobing