You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Transjakarta Gandeng LPEM FEB UI Kaji Dampak Ekonomi Transportasi Publik
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Transjakarta Gandeng LPEM FEB UI Kaji Dampak Ekonomi Transportasi Publik

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjalin kerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) untuk mengkaji dampak ekonomi Transjakarta terhadap lingkungan di sekitarnya.

"Tidak hanya untuk mobilitas warga,"

Kajian ini dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi yang dialokasikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada Transjakarta memberikan nilai tambah yang nyata baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza dan Ketua LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin bertempat di Kantor Pusat Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur.

Ketua DPRD Dukung Ekspansi Layanan Transjabodetabek

Adapun sejumlah poin yang akan dikaji oleh Transjakarta bersama LPEM BEM UI yaitu, kontribusi terhadap lapangan kerja (baik langsung maupun tidak langsung); efek pengganda ekonomi di sektor pendukung seperti vendor bus, penyedia layanan teknologi, dan sektor jasa terkait.

Poin kerja sama lainnya yakni, efisiensi ekonomi rumah tangga melalui penghematan biaya transportasi dan waktu perjalanan, serta pengurangan kemacetan dan emisi (CO2, NO2, PM10, PM2.5) yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan mengatakan, kerja sama Transjakarta dengan LPEM FEB UI akan memberikan gambaran secara komprehensif terkait subsidi transportasi publik berdampak pada perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan kualitas lingkungan.

“Hasilnya akan menjadi dasar yang kuat khususnya untuk Pemrov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan,” ujarnya, Kamis (14/8).

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menyampaikan, subsidi transportasi publik bukan sekadar dukungan anggaran operasional, namun merupakan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang yang berdampak luas bagi pertumbuhan kota.

Ia memastikan bahwa subsidi Rp4,2 triliun yang dialokasikan Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2025 benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Tidak hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga untuk ekonomi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, dan kualitas lingkungan hidup,” katanya.

Pada kesempatan itu, LPEM FEB UI juga membawakan sesi Seminar Makroekonomi yang ditujukan bagi pimpinan dan jajaran manajerial Transjakarta. Seminar ini mengangkat topik tentang hubungan antara indikator makroekonomi (seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan subsidi fiskal) dengan perencanaan strategis transportasi publik, termasuk implikasinya terhadap jumlah pelanggan, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan layanan.

“Harapannya, kajian ini dapat dijadikan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMD, dan akademisi dalam mewujudkan masa depan transportasi publik Jakarta yang lebih baik,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6395 personTiyo Surya Sakti
  2. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye2009 personDessy Suciati
  3. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1880 personNurito
  4. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1612 personDessy Suciati
  5. Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

    access_time17-05-2026 remove_red_eye1325 personBudhi Firmansyah Surapati