You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta melihat maket Pembangunan RS Royal Batavia Cakung
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Legislator Dukung Pembangunan RS Royal Batavia Cakung Bertaraf Internasional

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menginisiasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung di Jakarta Timur.

"Ini patut diapresiasi,"

Rumah sakit yang ditargetkan rampung pada akhir 2027 ini bakal menjadi rumah sakit bertaraf internasional pertama milik Pemprov DKI.

"Prinsipnya, pembangunan rumah sakit milik Pemda memang sangat dibutuhkan. Warga Jakarta butuh rumah sakit yang disiapkan oleh Pemprov. Alhamdulillah, Mas Pram memiliki program luar biasa dengan membangun rumah sakit bertaraf internasional di Cakung. Ini patut diapresiasi," ujar Ida, Selasa (26/8).

Pramono Luncurkan Inisiasi Pembangunan RS Royal Batavia Cakung

Ia juga mendorong Pemprov DKI untuk membangun lebih banyak rumah sakit, khususnya di kawasan padat penduduk agar mudah dijangkau masyarakat.

Ida menilai, Pemprov DKI memiliki kapasitas untuk membangun rumah sakit dengan fasilitas terbaik. Karena itu, ia berharap, pembangunan rumah sakit tidak berhenti di Cakung.

"Setelah ini, tidak perlu menunggu selesai. Mas Gubernur bisa segera membuat lagi di tempat lain. Saya yakin Pemda mampu membangun rumah sakit maupun sekolah, dan pasti bisa," ungkapnya.

Selain pembangunan baru, Ida juga mendorong peningkatan fasilitas di rumah sakit daerah yang sudah ada. Dengan peningkatan tipe dan layanan, rumah sakit milik Pemprov akan semakin dipercaya warga.

"Harapannya ada pengembangan fasilitas di RSUD Koja, Tarakan, Pasar Rebo, Cengkareng, dan lainnya, agar grade-nya naik sehingga masyarakat tidak sungkan datang ke rumah sakit milik Pemda," tambahnya.

Lebih lanjut, Ida mengusulkan agar rumah sakit bertaraf internasional ini juga mengakomodasi kebutuhan medis warga non-BPJS, sehingga masyarakat kelas menengah ke atas tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

"Warga yang butuh perawatan khusus yang tidak BPJS tapi bayar sendiri tidak perlu ke Singapura atau Penang. Jadi tidak perlu ke sana. Saya harapkan rumah sakit besar kita bisa menyesuaikan untuk itu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1350 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1203 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye992 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye962 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye785 personFakhrizal Fakhri
close