You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
imunisasi kejar campak
photo Doc - Beritajakarta.id

Sudinkes Jakut Gercep Tangani Kasus Campak di Semper Barat

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara bergerak cepat menangani temuan dua kasus campak di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing. Hal ini menindaklanjuti surat kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 29 Agustus lalu.

"KLB di Semper Barat dinyatakan telah berakhir"

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Ratna Sari mengatakan, KLB campak ditetapkan apabila ditemukan minimal dua kasus, dan terkonfirmasi laboratorium positif campak dengan bukti hubungan epidemiologis.

"Kasus campak pertama muncul pada Agustus lalu. Kemudian Kemenkes menetapkan KLB Campak, karena ada 42 kabupaten/kota yang terjadi peningkatan kasus campak, termasuk dua kota di wilayah DKI Jakarta," ujarnya, Selasa (16/9).

Respon Cepat Dinkes Atasi Campak Diapresiasi Dewan

Ratna menjelaskan, di Jakarta Utara ditemukan dua kasus positif campak di Kelurahan Semper Barat. Sehingga, pihaknya langsung bergerak melakukan survei cepat komunitas (SCK), pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI), sekaligus menyosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Pada 26 Agustus hingga 3 September kami juga langsung melakukan imunisasi kejar campak di wilayah Semper Barat pada anak usia sembilan bulan hingga 13 tahun," bebernya.

Ratna merinci, hasil imunisasi kejar campak tersebut berhasil menyasar 256 anak dari target 233 anak. Sehingga, total capaian pada  imunisasi campak mencapai 109,8 persen.

"Kami bersyukur, dengan gerak cepat ini KLB di Semper Barat dinyatakan telah berakhir pada 15 September kemarin," ungkapnya.

Menurutnya, penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan morbillivirus dan ditularkan melalui udara yang dapat berupa percikan dari mulut, sekresi hidung, maupun bersentuhan dengan benda terkontaminasi.

"Imunisasi campak harus diberikan tepat waktu atau sesuai jadwal. Imunisasi MR dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan, dosis kedua pada usia 18 bulan, dan dosis ketiga pada kelas 1 SD," imbuhnya.

Ratna meminta masyarakat untuk tidak takut imunisasi karena vaksin campak terbukti aman, bermutu, serta diberikan gratis oleh pemerintah. Tidak kalah penting, masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Mudah-mudahan dengan upaya pencegahan dan kewaspadaan dini, dapat memutus rantai penularan campak di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6734 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5661 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2790 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2107 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1873 personAnita Karyati