You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas PPKUKM gelar FGD Industri Unggulan DKI Jakarta 2026-2046
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Dinas PPKUKM Gelar FGD Rumuskan Industri Unggulan Jakarta

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Program Pengembangan Industri Unggulan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta 2026–2046.

"menjadi landasan pembangunan ekonomi Jakarta,"

FGD ini membahas perumusan industri unggulan DKI Jakarta untuk 20 tahun ke depan, sekaligus menyusun program pengembangannya dalam periode lima tahunan.

Industri yang menjadi fokus meliputi sektor agro, mineral, kimia, padat teknologi, padat karya terampil, industri pendukung ekonomi biru, industri kreatif, hingga jasa industri.

Dinas PPKUKM Usulkan Dua Raperda Masuk Propemperda 2026

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan pentingnya penyusunan RPIP sebagai langkah strategis pasca penetapan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Ia menyampaikan, posisi Jakarta semakin strategis yaitu sebagai kota global yang menjadi pusat perekonomian, investasi, dan inovasi nasional. Oleh karena itu, penyusunan RPIP merupakan kebutuhan mendesak agar arah pembangunan industri jelas, terukur, dan berkesinambungan.

Ratu berharap RPIP DKI Jakarta 2026–2046 mampu memastikan Jakarta tidak hanya menjadi pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga pusat pengembangan industri unggulan bernilai tambah tinggi, berbasis inovasi, berorientasi global, dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Hal ini diharapkan menjadi landasan pembangunan ekonomi Jakarta dalam jangka panjang,” ujarnya, Selasa (16/9).

Ia mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) per 13 September 2025, jumlah perusahaan industri yang terdaftar di Provinsi DKI Jakarta mencapai 7.267 perusahaan. Dari jumlah tersebut, 36 persen bergerak di sektor jasa industri, 22 persen di sektor makanan, dan sisanya tersebar di industri komputer, pakaian, kimia, dan sektor lainnya.

“Seluruh sektor tersebut dipilih untuk mewujudkan Jakarta yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Ratu berpesan kepada seluruh peserta FGD agar hasil diskusi dapat dijadikan pedoman kerja dan diterjemahkan ke dalam program konkret sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Kami juga berharap dukungan dari Direktorat Pembina Industri, perangkat daerah, serta asosiasi perusahaan industri agar bersama-sama mendorong pertumbuhan industri unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye36987 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

    access_time05-11-2026 remove_red_eye25791 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3978 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

    access_time04-11-2026 remove_red_eye2788 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

    access_time06-11-2026 remove_red_eye1670 personAldi Geri Lumban Tobing