You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lahan Kosong di Pulau Payung Terbakar
photo Suparni - Beritajakarta.id

Lahan Kosong di Pulau Payung Terbakar

Lahan kosong di Pulau Payung, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, habis terbakar Rabu (26/8) sore kemarin. Belum diketahui berapa luas lahan yang terbakar. Diduga, kebakaran sengaja dilakukan seorang warga yang membakar tumpukan ilalang bekas potongan siang hari.  

sekitar lima jam api baru dapat dipadamkan karena sudah merambat sampai luas, belum tahu berapa hektarenya yang terbakar

"Begitu dengar kabar, petugas sudin kebakaran langsung meluncur dan sekitar lima jam api baru dapat dipadamkan karena sudah merambat sampai luas, belum tahu berapa hektarenya yang terbakar," ujar Masud Hamid, Lurah Pulau Tidung, Kamis (27/8).

Dikatakan Hamid, saat ini sekitar 75 persen lahan di Pulau Payung telah dikuasakan ke pihak swasta untuk budidaya dan penghijauan. Sisanya, 25 persen ditempati penduduk dan mercusuar.

Sosialisasi Kebakaran akan Digelar di Rusun Jatinegara Barat

"Lokasinya jauh dari pemukiman, jadi tidak sampai memakan korban. Nenek-nenek yang membakar sisa ilalang tersebut juga selamat," katanya.

Sekitar 20 petugas pemadam kebakaran dari kelurahan Pulau Tidung dan 10 petugas dari kabupaten dibantu warga berusaha memadamkan api yang membakar lahan kosong tersebut. Warga di Pulau Payung hingga saat ini masih terbiasa menggunakan ilalang sebagai atap rumah mereka.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1171 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1149 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye918 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye915 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye836 personBudhi Firmansyah Surapati