You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Pramono Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya agar pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat tidak akan mengganggu keberlanjutan program-program prioritas yang menyentuh kepentingan rakyat banyak di Jakarta.

"Tentunya kita harus siap,"

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan, program prioritas seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan pemutihan ijazah akan tetap berjalan.

"Tentunya saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk KJP, KJMU, pemutihan ijazah, program-program yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak, tidak terganggu," tegas Pramono, di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10).

PAM Jaya Paparkan Smart Water Manajemen di Balkoters Talks

Pramono mengakui bahwa Pemprov DKI telah menerima informasi mengenai adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari Badan Anggaran DPR RI dalam rangka efisiensi. Namun demikian, ia memastikan kesiapan Jakarta dalam menghadapi kondisi ini ke depannya.

"Ya intinya Jakarta dalam kondisi apapun, DBH dipotong tentunya kita harus siap. Memang saya sudah mendapatkan informasi dari Badan Anggaran DPR RI, program untuk pemotongan DBH dalam rangka efisiensi," jelas Pramono.

Selanjutnya, Pemprov DKI akan menghitung kembali anggaran yang diproyeksikan pada tahun depan. Karena itu, Gubernur akan menggelar rapat khusus pada hari ini mengenai strategi penyesuaian anggaran.

"Untuk itu kami sedang menghitung kembali. Kebetulan nanti jam 4 rapat khusus mengenai ini. Saya ingin mendapatkan laporan terlebih dahulu dari Kepala Bapenda dan juga tentunya dari Sekda untuk bagaimana kita menghadapi ini," kata Pramono.

Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa Pemprov DKI akan tetap melanjutkan pembangunan Jakarta melalui berbagai terobosan yang inovatif. Ia mencontohkan pengoptimalan pemanfaatan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

"Jakarta karena seperti yang saya sampaikan berulang kali ingin membangun, tetap dengan terobosan-terobosan. Dan kemarin yang berkaitan dengan KLB yang selama ini mungkin ada sampai dengan 12 tahun belum selesai, kemarin akhirnya sudah diketok 15 hari akan selesai," ucapnya.

Melalui terobosan dalam proses perizinan yang lebih transparan dan terbuka ini dinilainya akan menjadi penyemangat bagi para pengusaha di Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Dan sekarang betul-betul transparan terbuka, 15 hari harus selesai. Kalau dulu ada yang 12 tahun, ada yang 5 tahun, 7 tahun dan sebagainya. Dan itulah yang saya gunakan nanti untuk membangun Jakarta," tandas Gubernur.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1977 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye929 personTiyo Surya Sakti
  3. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye929 personDessy Suciati
  4. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye913 personFakhrizal Fakhri
  5. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye846 personDessy Suciati