You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rusunawa PIK Pulogadung
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Legislator Dukung Pembukaan Pendaftaran Rusunawa PIK Pulogadung

Pemprov DKI Jakarta resmi membuka pendaftaran Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Industri Kecil (PIK) Pulogadung mulai Senin (6/10). Sebanyak 100 unit hunian disediakan bagi warga yang berdomisili di Jakarta.

"Kebutuhan rumah di Jakarta sangat tinggi,"

Seluruh proses pendaftaran dilakukan gratis dan mandiri melalui aplikasi SIRUKIM, tanpa perantara. Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai praktik percaloan dan pungutan liar.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi menyambut positif langkah Pemprov DKI dalam menyediakan hunian layak bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah melalui program Rusunawa maupun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).

Transformasi Hunian Vertikal Harus Ramah Disabilitas dan Berkeadilan Sosial

“Memang kebutuhan rumah di Jakarta sangat tinggi. Karena itu, kami sangat mendukung proses pendaftaran Rusunawa kali ini, terutama dengan penerapan aplikasi SIRUKIM yang membuat prosesnya lebih akuntabel, terbuka, dan transparan,” ujar Ghozi.

Meski begitu, Ghozi menyebut jumlah unit yang disediakan masih terbatas, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

“Kuotanya baru 100 unit. Ini perlu dikomunikasikan agar warga memahami prosesnya dan tidak salah persepsi,” katanya.

Ia juga mendorong Pemprov DKI membangun komunikasi yang jelas dan berkelanjutan mengenai tahapan pendaftaran, jumlah unit yang dibuka, serta mekanisme seleksi penerima.

“Sosialisasinya jangan parsial. Misalnya hari ini dibuka 100 unit, perlu juga dijelaskan tahapan berikutnya dan siapa saja yang diterima atau belum diterima,” imbuhnya.

Menurut Ghozi, keterbukaan informasi akan mencegah munculnya anggapan pilih kasih di masyarakat.

“SIRUKIM ini sistem yang bagus untuk memangkas antrean dan membuat prosesnya paperless. Tapi verifikasinya harus diperkuat agar yang diterima benar-benar masyarakat yang berhak,” katanya.

Ia menambahkan, idealnya seluruh warga yang belum memiliki rumah layak bisa difasilitasi di Rusunawa, namun keterbatasan anggaran membuat Pemprov DKI perlu melakukan seleksi.

“Kebutuhan hunian di Jakarta mencapai ratusan ribu unit, sementara yang baru terpenuhi sekitar 38 ribu unit. Jadi perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat, Perumnas, Kementerian Perumahan, dan sektor swasta,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan antara sektor publik dan swasta (public-private partnership) perlu diperkuat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan.

“Saya melihat Pak Gubernur juga sangat konsisten untuk mempercepat penyediaan rumah layak di Jakarta,” tandas Ghozi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2093 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1079 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye983 personAnita Karyati
  4. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye972 personNurito
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye964 personFakhrizal Fakhri