You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Mendagri Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Inspektur DKI Jakarta, Dhany Sukma
photo Mochamad Tresna Suheryanto - Beritajakarta.id

Mendagri Tekankan Pentingnya Soliditas Inspektorat Melalui Pengawasan Internal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menekankan pentingnya soliditas dan kesamaan visi seluruh jajaran Inspektorat se-Indonesia. Soliditas ini diperlukan agar pemerintahan daerah dapat berjalan lebih baik, terutama melalui peran pengawas internal.

"Agar pemerintahan bisa berjalan dengan lebih baik,"

Hal ini disampaikan Tito usai menghadiri Rakornas Binwas Inspektorat Daerah Tahun 2025 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta Barat, Kamis (9/10).

"Tujuannya adalah agar pemerintahan bisa berjalan dengan lebih baik, apalagi ini pengawas internal. Kalau pengawas eksternal, lebih sulit nanti. Internal bisa memperbaiki dulu, supaya tidak terjadi masalah-masalah," ujar Tito.

Inspektorat Jadi Mitra Strategis Pastikan Jalannya Program Prioritas

Dijelaskan Tito, prinsip dasar pengawasan adalah mencegah adanya pelanggaran, bukan hanya menemukan kesalahan.

"Jangan sampai ukurannya makin banyak menemukan kesalahan, makin baik. Bukan makin dikit kesalahan karena tidak terjadi kesalahan, karena pengawasan yang baik," katanya.

Tito juga mendorong para inspektur daerah agar tidak hanya melakukan pengawasan setelah kejadian, tetapi juga memberikan masukan dan peringatan sejak tahap perencanaan. Selain itu, inspektur daerah juga diminta aktif mengawasi dan memonitoring serta memberikan masukan saat program berjalan, dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan program.

"Inspektur memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, bahkan secara bertingkat, hasil pemeriksaan juga enggak main-main, itu bisa berakibat juga kalau ada temuan-temuan dan akurat melanggar hukum," kata Tito.

Dikatakan Tito, Inspektorat Jenderal Kemendagri memiliki mandat berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 untuk menjadi koordinator pembinaan dan pengawasan terhadap 552 Inspektorat di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Dalam menjalankan tugasnya, Tito meminta Inspektorat agar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Seperti dalam pelaksanaan efisiensi belanja daerah imbas pemangkasan dana transfer, optimalisasi penerimaan pendapatan daerah, serta dukungan terhadap program prioritas nasional.

"Menangkap program-program nasional yang berdampak di daerah. MBG, Koperasi Merah Putih, Desa Nelayan, dan program-program ketahanan pangan misalnya, ketahanan energi," lanjutnya.

Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Penyelenggaraan 2025 ini ini diselenggarakan dengan mengusung tema "Penguatan Sinergi Pembinaan dan Pengawasan dalam rangka Mendukung Keberhasilan Program Strategis Nasional serta pada Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah".

Rapat ini dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kepala daerah, serta inspektur daerah.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6323 personTiyo Surya Sakti
  2. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1987 personDessy Suciati
  3. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1821 personNurito
  4. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1582 personDessy Suciati
  5. Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

    access_time17-05-2026 remove_red_eye1310 personBudhi Firmansyah Surapati