You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan meraih Juara di Jampusnas II
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Raih Prestasi Juara I di Jampusnas

Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan meraih Juara 1 lomba inovasi Puskesmas kategori Tim serta mendapatkan penghargaan Paripurna dalam lomba inovasi Puskesmas kategori tim dalam Jambore Puskesmas Nasional II yang diselenggarakan oleh Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Sri Lenita mengatakan, tetobosan baru yang berhasil menyabet Juara 1 adalah TERATAI yang didalamnya terdapat inovasi unggulan yakni SETIA (Self-Test HIV-AIDS)

"Inovasi ini merupakan paket lengkap untuk optimalisasi layanan HIV yang dilengkapi pemeriksaan mandiri HIV pertama di Indonesia menggunakan rapid-blood test. Hasilnya bisa diketahui dengan cepat dan tentunya bersifat privasi," ujarnya, Kamis (6/11).

Puskesmas Mampang Prapatan Wakili Jaksel di Lomba Konvensi Mutu Tingkat Provinsi

Lenita menjelaskan, TERATAI adalah inovasi yang mencangkup mulai dari edukasi, pengingat minum obat, pengingat pemeriksaan lab berkala, dan penyampaian hasil Lab secara otomatis. Seluruh Inovasi ini dilakukan untuk upaya mendukung target eliminasi HIV di tahun 2030 yang ditetapkan oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG-3.3).

Menurutnya, dengan inovasi unggulan SETIA yang bersifat privasi, maka nantinya masyarakat akan tertarik melakukan tes lebih dini dibandingkan jika harus datang ke fasilitas kesehatan.

Sebab, lanjut Lenita, SETIA memberikan kebebasan kepada pasien memeriksakan dirinya tanpa perlu khawatir nantinya timbul stigma negatif dari lingkungannya. 

"Inovasi SETIA ini juga sudah mendapat kunjungan dari USAID Washington dalam kaji studi layanan pemeriksaan mandiri HIV. Terobosan baru ini juga sudah direplikasi oleh Puskesmas Tebet dan Puskesmas Jagakarsa," terangnya.

Ia berharap, inovasi ini dapat terus berkembang dan dapat diimplementasikan oleh layanan kesehatan lain di Indonesia agar bisa membawa manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat.

"Inovasi ini sudah berjalan sejak tahun 2021, dan terus berkembang hingga saat ini. Untuk persiapan di acara Jampusnas kami menyiapkan dalam waktu dua bulan," tandasnya.

Sebagai informasi, hingga September 2025, inovasi TERATAI berhasil meningkatkan jumlah pemeriksaan orang berisiko HIV dari 78,4 persen menjadi 100 persen. Kemudian, meningkatkan kepatuhan kontrol pasien ODHIV dari 79,8 persen menjadi 98 persen.

Tidak hanya itu, inovasi juga berhasil

meningkatkan ODHIV dengan pengobatan ARV yang virusnya tidak terdeteksi dari 94,6 persen menjadi 99 persen, mempersingkat waktu tunggu hasil pemeriksaan viral load dari 30 hari menjadi 14 hari, serta terbentuknya kegiatan kelas dukungan psikososial pada pasien ODHIV.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6285 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2746 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2282 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1912 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1789 personNurito