You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
KBT di Jakut Mengalami Penyempitan
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

KBT di Jakut Alami Penyempitan

Akibat banyaknya lumpur yang mengering, Kanal Banjir Timur yang melintasi Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mengalami penyempitan.

Memang KBT terlihat menyempit akibat lumpur yang mengering pada dua sisi kali

Dibutuhkan penanganan khusus agar penyempitan tidak bertambah parah yang berimbas terganggunya aliran air saat musim hujan. Selain terjadi penyempitan di dua sisi KBT juga dipenuhi tumbuhan liar serta semak belukar

"KBT memang bersih dari sampah dan bangunan liar, tapi banyak lumpur yang mengering. Harus segera dikeruk sebelum musim hujan datang," kata Kurnianto (53), warga RW 08, Kelurahan Marunda, Jumat (28/8).

Anak Kali Ciliwung di Sawah Besar Dipenuhi Sampah

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Kasna tidak bisa dikonfirmasi karena mengaku sedang rapat.

Sementara itu, Camat Cilincing, Wawan Budi Rohman menuturkan, wilayahnya dilewati KBT sepanjang 6 kilometer dengan lebar 100 meter.

Terkait penyempitan KBT, menurut Wawan, akibat lumpur yang mengering dampak dari debit air yang surut.

Memang KBT terlihat menyempit akibat lumpur yang mengering pada dua sisi kali. Tapi, saat debit air tinggi lumpur yang mengering tersebut tidak ada karena tertutup air," ujar Wawan.

Wawan menambahkan, dengan kondisi KBT yang bersih dari sampah, ia optimis endapan lumpur tersebut tidak akan mengganggu aliran air.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye936 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati