You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kapal cepat dishub muara angke jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengalihkan pengelolaan transportasi umum menuju dan antarwilayah Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) ke Transjakarta mulai tahun depan.

"transportasi yang aman dan terjangkau,"

Al Fatih menilai, kebijakan tersebut dapat meningkatkan kemudahan, kepastian, dan efisiensi mobilitas warga Kepulauan Seribu menuju daratan Jakarta maupun sebaliknya.

"Pada prinsipnya, saya mendukung upaya Pemprov DKI untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang setara bagi seluruh warga Jakarta, termasuk warga Kepulauan Seribu. Mereka berhak mendapatkan transportasi yang aman, terjangkau, nyaman, dan terintegrasi dengan sistem transportasi Jakarta," ujar Al Fatih, Senin (10/8).

Calon Pengantin di Kepulauan Seribu Diedukasi Pencegahan Stunting

Namun, ia meminta pengalihan pengelolaan tersebut tidak sekadar menjadi perpindahan kewenangan antarinstansi. Menurutnya, yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan kualitas layanan bagi warga.

"Jangan sampai kita berhasil memindahkan kapal dari Dishub ke Transjakarta, tetapi gagal memindahkan warga Kepulauan Seribu ke layanan publik yang lebih baik," tegasnya.

Al Fatih juga meminta kesiapan Transjakarta diperhatikan secara menyeluruh. Transportasi laut, kata dia, memiliki karakter yang berbeda dengan transportasi darat sehingga aspek keselamatan pelayaran, kondisi cuaca, kompetensi awak kapal, perawatan, perizinan, hingga kesiapan dermaga harus dipastikan.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menambah beban APBD. Sehingga Pemprov DKI perlu menyiapkan business plan yang transparan, termasuk kebutuhan anggaran, kondisi aset kapal, biaya operasional dan pemeliharaan, serta besaran subsidi per penumpang.

"Yang kita pindahkan bukan tanggung jawab pemerintah kepada warga Kepulauan Seribu, tetapi model pengelolaannya," katanya.

Ia menilai, Pemprov DKI tidak harus mengoperasikan seluruh kapal sendiri. Operator transportasi laut yang memiliki kompetensi dapat dilibatkan dengan standar keselamatan dan pelayanan yang jelas.

Sementara itu, Transjakarta dapat berperan sebagai integrator sistem melalui pengaturan konektivitas, jadwal, tiket, tarif, dan standar pelayanan.

Dikatakan Al Fatih, keberhasilan kebijakan tersebut harus diukur dari manfaat yang dirasakan warga, bukan sekadar berpindahnya kewenangan pengelolaan.

"Yang penting kapal datang tepat waktu, tarifnya terjangkau, aman, nyaman, dan mereka merasa diperlakukan sebagai warga Jakarta yang setara," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14522 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3599 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1946 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  5. Taman Jaga Tirta 2 Hijaukan Bantaran Kali Ciragil

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1071 personTiyo Surya Sakti