650 Penggiat Lingkungan di Jakut Ikuti Sosialisasi Program CITRA Indonesia
Sebanyak 650 peserta yang terdiri atas pengurus bank sampah, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), serta penggiat Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) di Jakarta Utara mengikuti sosialisasi program Circular Innovation for Transformation Responsible Action (CITRA) Indonesia di Kantor Wali Kota setempat.
"Melibatkan masyarakat secara aktif"
Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara dengan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), United Nations Development Programme (UNDP), serta The Coca-Cola Foundation.
Pelaksana Tugas Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pramono Instruksikan Keluarga Sopir Truk Sampah Meninggal Diberi Santunan MaksimalMenurutnya, persoalan sampah di Jakarta tidak lagi dapat ditangani hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Setiap hari sekitar 7.800 ton sampah dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Artinya, pengelolaan sampah harus melibatkan masyarakat secara aktif, dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga," ujarnya, Senin (15/12).
Fredy menjelaskan, Jakarta Utara telah ditunjuk sebagai pilot project Road Map Pengelolaan Sampah Nasional. Fokus program tersebut mencakup penanganan sampah dari hulu, tengah, hingga hilir, melalui peningkatan pemilahan sampah di sumber, baik rumah tangga maupun sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta penguatan peran bank sampah dan TPS3R.
Namun demikian, Fredy mengakui, masih terdapat tantangan dalam penerapan pemilahan sampah di sumber. Saat ini, persentase rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah di Jakarta Utara masih berada di angka sekitar sembilan persen.
"Menghadapi tantangan ini, diperlukan pendekatan holistik dan kolaboratif melalui konsep pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, komunitas lingkungan, dan media," ungkapnya.
Melalui program CITRA Indonesia, Fredy berharap, para peserta mampu menciptakan inovasi hijau, produk daur ulang, serta model bisnis berkelanjutan yang dapat diterapkan di masyarakat Jakarta Utara guna mendukung pencapaian target pengurangan sampah.
"Kepada para pengurus bank sampah, manfaatkan program ini sebagai modal untuk membangun ekonomi sirkular dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat," bebernya.
Sementara itu, Koordinator Program Nasional TKN PSL, Ahmad Bahri Rambe menuturkan, program CITRA Indonesia bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah plastik serta intervensi ekonomi sirkular. Program ini didanai oleh The Coca-Cola Foundation dan dilaksanakan di 10 negara Asia, termasuk Indonesia, Bhutan, Nepal, India, dan Filipina.
"Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi multipemangku kepentingan dalam mewujudkan target Indonesia Bebas Sampah 2029. Bank sampah dan penggerak Gradasi akan menjadi pusat edukasi perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pemilahan sampah dari sumbernya," ucapnya.
Ia menambahkan, salah satu fokus utama program CITRA Indonesia adalah perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja sektor informal di bidang persampahan.
Selain itu, lanjut Ahmad, program ini juga memberikan dukungan infrastruktur operasional, seperti kendaraan roda tiga, timbangan, dan kantong sampah guna meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat komunitas.
“Kami juga akan mendukung iuran BPJS Ketenagakerjaan selama dua tahun. Harapannya, setelah merasakan manfaat perlindungan ini, para pengelola sampah dapat melanjutkannya secara mandiri," jelasnya.
Ahmad menyampaikan, meskipun Jakarta Utara menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan program, CITRA Indonesia juga akan menyasar wilayah lain, seperti Bali, Labuan Bajo, Medan, serta kota penyangga Jakarta, termasuk Bekasi dan Depok. Rencananya, sosialisasi serupa akan dilaksanakan di Bekasi pada 17 Desember mendatang.
"Program ini diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi pemerintah yang didukung lembaga internasional dan sektor swasta dalam memberdayakan komunitas pengelola sampah sebagai garda terdepan kebersihan lingkungan," tandasnya.