You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudinkes Jakbar Kuatkan Program Surveilans dan ILI-SARI Cegah Superflu
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Sudinkes Jakbar Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Penularan Superflu

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu, yang saat ini tengah beredar di tengah masyarakat.

"Memakai masker"

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, secara umum gejala influenza tipe A (H3N2) serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, pilek, dan nyeri otot.

"Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap situasi dan data epidemiologi terkini, virus influenza tipe A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujarnya, Senin (5/1).

Rany Mauliani Ajak Warga Terapkan PHBS Cegah Penularan HMPV

Sahruna menjelaskan, saat ini Sudinkes Jakarta Barat melalui program surveilans serta ILI-SARI terus memantau fluktuasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan ILI (Influenza Like Illness atau penyakit serupa influenza) di wilayah Jakarta Barat.

"Berdasarkan pemantauan tersebut, tren kasus belum menunjukkan adanya peningkatan," terangnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah antisipasi penularan dengan memperkuat upaya promotif dan preventif.

"Upaya itu antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk yang benar," ungkapnya.

Sahruna juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan nutrisi seimbang, mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari, beristirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.

Kemufian, apabila mengalami gejala superflu yang tidak membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Masyarakat juga perlu mewaspadai tanda-tanda superflu yang berkembang menjadi pneumonia atau pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta penurunan saturasi oksigen di bawah 92 persen," bebernya.

Sahruna memastikan, Sudinkes Jakarta Barat terus melakukan promosi dan edukasi kesehatan, termasuk peningkatan kebugaran melalui penerapan PHBS, program cek kesehatan gratis, serta penyuluhan di lingkungan masyarakat guna meningkatkan daya tahan tubuh warga.

"Kami juga melakukan pencatatan penyakit melalui sistem surveilans berbasis daring setiap hari untuk memantau potensi peningkatan kasus ISPA. Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya kasus superflu di Jakarta Barat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2434 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1257 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1008 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye824 personDessy Suciati