Pemprov DKI Diminta Perkuat Langkah Antisipatif Cegah Penularan Superflu
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman virus superflu yang tengah merebak di luar negeri.
"Edukasi kepada masyarakat harus dilakukan agar warga tidak panik,"
Menurut Justin, langkah antisipatif perlu dilakukan melalui penguatan pemantauan dan deteksi dini di fasilitas kesehatan, memastikan kesiapan rumah sakit dan puskesmas, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor.
“Selain itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar warga tidak panik, namun tetap waspada. Dengan begitu, penanganan dapat berjalan efektif dan tidak terlambat,” ujar Justin, Selasa (6/1).
Rano Imbau Masyarakat Waspada Wabah Virus SuperfluJustin menegaskan, Pemprov DKI tidak boleh menganggap remeh ancaman superflu. Ia menilai, pengalaman pada awal pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak di ibu kota.
“Pada tahun 2020, Jakarta terlambat mengambil langkah penanganan sehingga akhirnya menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Bahkan saat itu Jakarta sempat menyumbang sekitar 33 persen dari total kasus harian nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Justin meminta Pemprov DKI Jakarta tidak boleh menganggap enteng isu superflu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman virus superflu. Ia turut meminta otoritas bandara memperketat pengawasan terhadap warga yang baru kembali dari luar negeri.