You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Peringatan Isra Mikraj di Balai Kota, ASN DKI Diingatkan Jaga Integritas
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Peringatan Isra Mikraj, ASN DKI Diingatkan Jaga Integritas

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta menggelar peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah/2026 M di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

"pengabdian kepada masyarakat merupakan fondasi utama,"

Kegiatan ini mengusung tema 'Kompas Moral dan Spiritualitas Kinerja ASN' sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Biro Dikmental) Setda Provinsi DKI Jakarta, Fajar Eko Satriyo menyampaikan, peringatan Isra Mikraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai kompas moral dan spiritual bagi ASN dalam menjalankan pelayanan publik.

Ustad Subki Ajak ASN Muslim Pemprov DKI Jadi Pribadi Saleh dan Bermanfaat

“Isra Mikraj mengingatkan kita bahwa integritas dan pengabdian kepada masyarakat merupakan fondasi utama kinerja ASN. Seperti salat yang mengajarkan kedisiplinan dan pengawasan melekat dari Allah SWT, ASN juga harus bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Fajar menegaskan, pelayanan publik di Jakarta harus dilakukan secara cepat, akurat, dan berintegritas, karena pengawasan Allah SWT jauh lebih utama dibandingkan pengawasan pimpinan.

Ia menambahkan, nilai-nilai Isra Mikraj menjadi pedoman agar ASN tidak tersesat dalam praktik gratifikasi, korupsi, maupun penyalahgunaan wewenang. Selain itu, esensi Isra Mikraj juga dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kinerja, berinovasi, dan tidak stagnan.

“Bekerja adalah ibadah. Setiap kemudahan yang kita berikan kepada warga Jakarta merupakan tabungan amal jariyah. Karena itu, layani masyarakat dengan hati dan keramahan,” kata Fajar.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, penceramah KH Ahmad Sarwat mengatakan, peristiwa Isra Mikraj merupakan pengalaman spiritual personal Nabi Muhammad SAW yang sarat pesan moral. Berbeda dengan mukjizat nabi sebelumnya, Isra Mikraj tidak disaksikan oleh publik sehingga menuntut keimanan dan kepercayaan penuh, sebagaimana diteladankan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Ia menjelaskan, Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam masa duka mendalam setelah wafatnya sang istri, Khadijah radhiyallahu anha dan paman Nabi, Abu Thalib. Peristiwa tersebut menjadi bentuk penguatan moral dan spiritual langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad.

Menurut Ahmad Sarwat, inti dari Isra Mikraj adalah perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril. Sebab itu, ia mengingatkan bahwa ibadah salat memiliki kedudukan sangat penting dan menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat.

“Salat adalah standar moral seorang Muslim. Apa pun profesinya, termasuk ASN, salat tidak boleh ditinggalkan dan tidak dapat digantikan dengan ibadah lain,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Dukungan RDF Plant Rorotan Datang dari Warga Sekitar

    access_time06-02-2026 remove_red_eye4272 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Inflasi Jakarta Ditarget Lebih Rendah dari Pusat di 2026

    access_time06-02-2026 remove_red_eye996 personDessy Suciati
  3. Rano Buka 2026 Nonsan Strawberry Festival in Jakarta

    access_time06-02-2026 remove_red_eye914 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Ribuan Personel Gabung Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih di Waduk Cincin

    access_time08-02-2026 remove_red_eye869 personAnita Karyati
  5. Gerakan Jaga Jakarta Bersih Dilaksanakan Serentak di Seluruh Wilayah

    access_time07-02-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati