You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pogging cegah dbd
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

38 Kasus DBD di Jaksel Cepat Ditangani

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan sudah bergerak cepat menangani sebanyak 38 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Januari 2026 untuk mencegah keparahan risiko keselamatan.

"Pemberantasan sarang nyamuk"

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri mengatakan, usia remaja dan dewasa muda menjadi kelompok usia paling rentan terpapar DBD.

Sudinkes Jakbar Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Penularan Superflu

Menurutnya, jumlah kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 12-25 tahun. Kemudian, diikuti oleh kelompok anak usia 5-11 tahun serta kelompok usia produktif 26-45 tahun.

"Untuk kelompok, lanjut usia atau di atas 59 tahun mencatat jumlah kasus yang relatif lebih rendah," ujarnya, Senin (2/2).

Debi menjelaskan, hingga Januari 2026, tercatat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menangani 38 kasus dengan angka incidence rate (IR) sebesar 1,64.

Ia menambahkan, Kecamatan Pasar Minggu mencatat kasus terbanyak dengan sembilan kasus, kemudian disusul Kecamatan Tebet dengan tujuh kasus.

"Kalau kecamatan lain, seperti Jagakarsa, Kebayoran Baru, dan Mampang Prapatan mencatat jumlah kasus di bawah lima," ungkapnya.

Debi menuturkan, tren kasus DBD di Jakarta Selatan masih menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Pada 2024, lanjut Debi, Jakarta Selatan mencatat total 2.513 kasus DBD. Sedangkan, di tahun 2025, tercatat 1.528 kasus atau turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jika dilihat dari Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah Jakarta Selatan masih berada pada standar aman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan," bebernya.

Debi mengungkapkan, ABJ digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat kebersihan lingkungan dari potensi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Standar aman ABJ yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 95 persen ke atas.

Wilayah dengan ABJ di atas atau sama dengan 95 persen tercatat di Kecamatan Mampang Prapatan sebesar 98 persen, Pasar Minggu 97 persen, Jagakarsa 95 persen, Cilandak 95 persen, dan Kebayoran Lama 95 persen.

"Wilayah-wilayah itu relatif baik dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk, sehingga potensi perkembangbiakan nyamuk lebih rendah," terangnya.

Ia menyebut, untuk ABJ di bawah 95 persen tercatat di Kecamatan Kebayoran Baru, Pesanggrahan, Pancoran, Setiabudi, dan Tebet. Kondisi ini pun menunjukkan masih banyak rumah atau tempat yang positif jentik, sehingga risiko penularan DBD lebih tinggi.

"Untuk mengantisipasi DBD, kita bersama pemerintah setempat selalu mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, melakukan PSN rutin baik melalui kader ataupun mandiri guna menekan risiko penyebaran nyamuk aedes aegypti," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye28407 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11462 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6865 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3778 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1552 personAldi Geri Lumban Tobing