Pengerukan Sedimen Kali Ciliwung di Rawajati Capai 79,1 Persen
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan sedimen lumpur dan sampah di Kali Ciliwung pada segmen tanggul Rawajati, Kecamatan Pancoran. Saat ini progresnya sudah mencapai 79,1 persen.
"Optimalisasi fungsi sungai"
Petugas Satgas Monitoring Alat Berat Wilayah Pancoran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Arifin mengatakan, pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan serta memperlancar aliran air untuk meminimalkan potensi genangan.
Pengerukan Saluran di Gang Puskesmas Tuntas"Pengerukan telah kami lakukan sejak 29 Agustus 2025 dan hingga kini terus diintensifkan," ujarnya, Jumat (6/2).
Arifin menjelaskan, hingga saat ini volume sedimen yang berhasil dikeruk mencapai sekitar 3.757,30 meter kubik atau setara dengan progres pekerjaan sebesar 79,1 persen.
Menurutnya, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan mengerahkan satu unit ekskavator long arm serta lima unit dump truck untuk mendukung kegiatan pengerukan.
"Seluruh hasil pengerukan dibuang ke lokasi pembuangan (dumping site) di kawasan Ancol sebagai bagian dari upaya optimalisasi fungsi sungai dan pengendalian banjir," terangnya.
Ia menambahkan, pengerukan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan dalam melakukan penanganan banjir secara berkelanjutan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan intensifikasi pengerukan sungai maupun lokasi tampungan air lainnya akan dapat mencegah potensi genangan dan banjir di wilayah Jakarta Selatan, baik karena hujan atau saat terjadi kiriman air dari hulu," tandasnya.