Anwar Pimpin Gerakan Tanam Serentak
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan, Diah Anwar memimpin Gerakan Tanam Serentak Cabai Merah dan Labu Madu.
"Ketahanan pangan"
Anwar mengatakan, gerakan tanam serentak ini memiliki makna yang sangat strategis, tidak hanya sebagai kegiatan pertanian semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan perkotaan, mengendalikan inflasi daerah, serta mendorong pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan.
Wujudkan Mandiri Pangan, Pemprov DKI Gelar Tanam Serentak"Kita ketahui bersama, tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan semakin kompleks. Keterbatasan lahan, perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, serta ketergantungan pasokan dari daerah lain menjadi persoalan yang harus disikapi secara serius dan kolaboratif," ujarnya, di RPTRA Ciganjur Berseri, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (6/2).
Melalui gerakan tanam serentak ini, lanjut Anwar, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan ingin menanamkan pemahaman bahwa pertanian perkotaan merupakan bagian dari solusi, bukan sekadar aktivitas tambahan.
"Melalui keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan dapat tercipta sistem pangan lokal yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan," terangnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari jajaran suku dinas terkait, TP PKK, kelompok tani (Poktan) hingga para camat dan lurah yang terus mendorong partisipasi warga dalam program pertanian perkotaan.
"Kepada seluruh Poktan, penyuluh pertanian, warga, serta Satuan Pelaksana KPKP di tingkat kecamatan dan kelurahan, saya menekankan agar perawatan tanaman yang ditanam hari ini dilakukan secara maksimal hingga masa panen," ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan panen nantinya diharapkan dapat menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk menanam secara mandiri di rumah masing-masing.
"Kegiatan menanam dapat dilakukan di mana saja dan dengan berbagai media," ungkapnya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, pemilihan komoditas cabai merah dan labu madu bukan tanpa alasan. Sebab, cabai merah merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi karena sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan.
"Ketersediaan cabai yang stabil di tingkat lokal diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga pasar," ucapnya.
Ia menuturkan, labu madu merupakan komoditas hortikultura bernilai gizi tinggi, memiliki masa tanam relatif singkat, mudah dibudidayakan, serta memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Komoditas ini dinilai potensial untuk dikembangkan di lingkungan perkotaan, baik di lahan terbatas, pekarangan rumah, kebun perkantoran, maupun kawasan permukiman.
"Melalui TP PKK Bidang III, kami akan terus memantau perkembangan tanaman yang ditanam hari ini. Panennya pun nantinya akan kita laksanakan bersama," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menyampaikan, gerakan tanam serentak hari ini dilaksanakan di 167 titik yang tersebar di kelurahan, kecamatan, RPTRA, serta Poktan.
Ia merinci, komoditas yang ditanam meliputi 500 biji labu madu, 4.175 biji cabai merah besar, dan 400 bibit cabai merah. Seluruh benih dan bibit tersebut merupakan hasil kerja sama antara Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan dan Panah Merah.
"Mudah-mudahan hasil panennya nanti memuaskan sehingga ketahanan pangan lingkungan tetap terjaga, terutama pada momen-momen tertentu," tandasnya.