You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BBPOM edukasi obat makanan petukangan selatan folmer
photo Folmer - Beritajakarta.id

BBPOM Gelar Edukasi Obat Bahan Alam Aman di Petukangan Selatan

Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) di Jakarta mengadakan kegiatan edukasi seputar obat bahan alam aman yang diikuti ratusan warga Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. 

"Kami mengimbau warga Jakarta memperhatikan keutuhan kemasan,"

Edukasi mengusung tema, "Kenali Obat Bahan Alam yang Aman" ini digelar di Gedung IK-Limkos DKI Jakarta Selatan. 

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, edukasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat perihal pentingnya memilih obat bahan alam yang aman dan bermutu, terutama di tengah maraknya peredaran obat bahan alam berbahaya mengandung Bahan Kimia obat (BKO) dan ilegal.

BBPOM Gencarkan Edukasi Penggunaan Obat Aman

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memilih dan menggunakan obat bahan alam atau tradisional yang memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat. 

"Kami mengimbau warga Jakarta memperhatikan keutuhan kemasan, membaca informasi pada label produk, memastikan nomor izin edar BPOM serta tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan," ujarnya, Selasa (17/2). 

Ia mengungkapkan, obat bahan alam mengandung BKO sangat berbahaya karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius dan kerusakan organ permanen. 

"Penambahan BKO seperti tramadol, piroksikam, deksametason, parasetamol, kafein, dan alopurinol memberikan efek instan yang seolah-olah menyembuhkan, tapi sebenarnya sangat berisiko terhadap kesehatan," ungkapnya. 

Menurutnya, obat bahan alam yang mengandung BKO dan telah masuk dalam public warning ditarik dan dilarang beredar, diantaranya Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, Tongkat Arab.

"Edukasi inj penting seiring kecenderungan masyarakat kembali ke alam dalam memelihara kesehatan tubuh dengan memanfaatkan obat bahan alam," jelasnya. 

Ia juga mengajak warga Jakarta berperan aktif memastikan produk yang dikonsumsi aman atau tidak. Warga juga diminta dapat segera melaporkan pelanggaran pada kanal resmi BPOM dan selalu menjadi konsumen cerdas saat memilih obat dan makanan yang aman. 

"Kami harap edukasi ini membangun budaya masyarakat yang lebih cerdas serta waspada terhadap obat dan makanan yang mengandung berbahaya dan berisiko terhadap kesehatan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Hadiri Halal Bihalal Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB

    access_time19-04-2026 remove_red_eye4421 personNurito
  2. Rano Paparkan Potensi Ekraf Videografi dan Fotografi di Launching COJ

    access_time17-04-2026 remove_red_eye1770 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemprov DKI Rayakan Paskah Bersama di Kota Tua

    access_time18-04-2026 remove_red_eye1407 personFakhrizal Fakhri
  4. Pengendalian Ikan Sapu-Sapu Demi Upaya Pelestarian Lingkungan

    access_time18-04-2026 remove_red_eye1236 personFakhrizal Fakhri
  5. Hasil Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Capai 6,98 Ton

    access_time20-04-2026 remove_red_eye1114 personAldi Geri Lumban Tobing