48 Tenant Jakpreneur Ramaikan Bazar Ramadan Balai Kota
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Bazar Ramadan Jakpreneur di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku UMKM binaan.
"mendongkrak omzet sekaligus memperluas jejaring usaha,"
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Februari 2026 ini menghadirkan 48 tenant Jakpreneur dengan beragam produk unggulan.
Bazar Ramadan menghadirkan aneka produk makanan dan minuman khas Ramadan, fesyen muslim dan busana kekinian, serta berbagai produk kriya (craft) hasil kreativitas pelaku UMKM Jakarta.
Bazar Ramadan di Kantor Wali Kota Jaksel Fasilitasi 30 Pelaku UMKMKepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan omzet pelaku UMKM binaan.
Ia menilai, momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk mendorong peningkatan daya beli sekaligus memperkenalkan produk-produk lokal berkualitas kepada masyarakat luas.
“Kehadiran bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan pemasaran bagi para Jakpreneur, tetapi juga memudahkan ASN dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan Balai Kota untuk mendapatkan kebutuhan Ramadan dalam satu lokasi yang nyaman dan strategis,” ujar Ratu, Selasa (24/2).
Dikatakan Ratu, bazar Ramadan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di Ibu Kota.
Melalui Bazar Ramadan Jakpreneur di Grha Ali Sadikin ini, Dinas PPKUKM DKI Jakarta ingin memberikan ruang promosi yang strategis bagi 48 tenant binaan agar produknya semakin dikenal dan diminati.
“Ramadan adalah momentum peningkatan konsumsi masyarakat, sehingga kami optimistis kegiatan ini dapat mendongkrak omzet sekaligus memperluas jejaring usaha para Jakpreneur,” ucapnya.
Ratu menambahkan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta akan terus menghadirkan program fasilitasi pemasaran yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga pelaku UMKM Jakarta semakin naik kelas, tangguh, dan berdaya saing.
“Bazar Ramadan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” tandasnya.