You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Komisi B Dalami Rencana Pengelolaan Sampah Pasar Induk Kramat Jati
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Komisi B Dalami Rencana Pengelolaan Sampah Pasar Induk Kramat Jati

Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama jajaran eksekutif menggelar rapat kerja membahas pengelolaan sampah pasar di ibu kota. Pembahasan ini menjadi penting karena total sampah dari seluruh pasar di Jakarta mencapai sekitar 500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton berasal dari Pasar Induk Kramat Jati.

"Kurangi beban ke Bantargebang,"

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh mengatakan, persoalan sampah pasar menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Komisi B, lanjut Nova, telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan mendapati pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati masih perlu pembenahan. Sebab itu, pihaknya ingin mendalami rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang diajukan Perumda Pasar Jaya.

Komisi B Dukung Transformasi Pasar Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya

“Kami ingin memastikan konsep dan sistem pengelolaan sampah ke depan berjalan optimal. Apalagi sebelumnya ada teguran dari Dinas Lingkungan Hidup terkait persoalan sampah dan pelaksanaan pergub. Ini harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan,” ujar Nova, Rabu (25/2).

Dalam rapat tersebut, Pasar Jaya juga menyampaikan rencana pengurangan retribusi serta penambahan armada pengangkut sampah. Selain itu, Pasar Jaya juga akan membangun fasilitas pengolahan sampah, termasuk insinerator dan sistem pengolahan berbasis pupuk.

Nova mengingatkan agar pembangunan insinerator tidak menimbulkan dampak negatif bagi pedagang maupun konsumen, mengingat lokasinya berdekatan dengan aktivitas pasar.

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) melakukan pengawasan ketat terhadap kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), khususnya terkait residu dan potensi pencemaran.

“Kita mengelola 200 ton sampah per hari di Pasar Induk Kramat Jati. Jadi aspek lingkungan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Lebih jauh, Nova menambahkan, Komisi B mendukung rencana pengelolaan sampah mandiri oleh Pasar Jaya. Ia menilai, langkah tersebut dapat membantu mengurangi beban TPST Bantargebang yang saat ini menerima sekitar 7.800 ton sampah per hari.

Dengan volume sebesar itu, antrean truk sampah menuju Bantargebang kerap mengular dan menimbulkan persoalan tersendiri.

“Jika pengelolaan sampah mandiri bisa berjalan efektif, tentu akan sangat membantu mengurangi beban ke Bantargebang. Namun sekali lagi, aspek AMDAL harus diperhatikan. Itu yang paling penting,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1767 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1684 personFolmer
  3. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1567 personAnita Karyati
  4. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1565 personTiyo Surya Sakti
  5. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1451 personAnita Karyati