Program Hapus Tato Gratis di Jaksel Diminati
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan bersama Baznas (Bazis) Jakarta Selatan menggelar kegiatan hapus tato gratis di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota setempat. Program Hapus Tato Gratis ini disambut antusias.
"Upaya memperbaiki diri"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penghapusan tato yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Hapus Tato Gratis di Masjid Sunda Kelapa Sasar 100 WargaMenurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan mulia, yakni memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri.
"Alhamdulillah, saat ini mereka sudah memiliki kesadaran untuk menghapus tato. Keberadaan tato kerap menjadi ganjalan saat berada di tengah masyarakat," ujarnya, Kamis (26/2).
Anwar berharap, melalui kegiatan ini mereka bisa mendapatkan hidayah serta meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Koordinator Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, Ahmad Kahpi menuturkan, kegiatan hapus tato yang dilaksanakan pada bulan Ramadan menjadi momentum untuk membantu masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia menjelaskan, program Hapus Tato Gratis di Jakarta Selatan tahun ini menargetkan sebanyak 100 peserta. Namun, panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang datang langsung ke lokasi atau secara on the spot.
"Lantaran banyak peminat mengalami kendala saat pendaftaran melalui situs web, kami mengarahkan mereka untuk menghubungi panitia melalui WhatsApp atau datang langsung ke lokasi. Jika kuota utama terpenuhi, kami tetap berupaya memberikan pelayanan kepada peserta di luar kuota," terangnya.
Sebelum tindakan dilakukan, lanjut Kahpi, peserta diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan, antara lain pengecekan tekanan darah serta pemeriksaan laboratorium darah.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan peserta tidak memiliki penyakit bawaan yang berisiko saat tindakan berlangsung. Selain itu, tim medis juga melakukan pemeriksaan sensitivitas kulit karena kondisi setiap individu berbeda.
"Apabila ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan, dokter akan memberikan arahan dan solusi lebih lanjut. Perlu dipahami bahwa penghapusan tato tidak dapat hilang secara instan hanya dengan satu kali tindakan laser karena sensitivitas kulit sangat berpengaruh," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Budiandry (53) mengaku mengikuti program tersebut karena merasa tato yang dimilikinya sudah tidak lagi memiliki manfaat.
"Saya memanfaatkan momentum Ramadan sebagai upaya memperbaiki diri. Tato ini saya buat pada tahun 1993 hanya untuk terlihat keren dan karena ikut-ikutan teman," tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) Jakarta Selatan atas terselenggaranya program Hapus Tato Gratis tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.
"Saya mengajak masyarakat yang memiliki keinginan serupa untuk memanfaatkan program tersebut apabila kembali diselenggarakan pada masa mendatang," tandasnya.