BPS DKI Catat Inflasi Jakarta 0,63 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat angka inflasi selama Februari 2026 di angka 0,63 persen. Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan secara nasional yang mencapai 0,68 persen.
Lebih rendah dibandingkan secara nasional
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, inflasi month to month (m to m) sebesar 0,63 persen dipengaruhi peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,42 persen.
"Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,21 persen," ujar Kadarmanto, Senin (2/3).
Inflasi Jakarta Ditarget Lebih Rendah dari Pusat di 2026Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi di Jakarta pada Februari 2026 yakni emas perhiasan (0,21 persen), daging ayam ras (0,13 persen), cabai rawit (0,05 persen), bawang merah (0,03 persen).
"Dari sisi komoditas utama yang memberikan andil meredam inflasi selama Februari 2026 yakni bensin sebesar 0,07 persen," jelasnya.
Ia menuturkan, berdasarkan data pada Februari 2023, 2024 dan 2026 terjadi inflasi yang utamanya didorong peningkatan harga komoditas bahan pangan.
"Namun, pada Februari 2025 terjadi deflasi dipicu adanya diskon tarif listrik," pungkasnya.