Penertiban Terminal Bayangan untuk Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti keberadaan terminal bayangan yang justru lebih ramai dimanfaatkan masyarakat menjelang masa mudik lebaran, dibandingkan dengan terminal resmi.
"akan kami tertibkan,"
Karena itu, Pramono menegaskan, akan melakukan penertiban terminal bayangan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pemudik.
"Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujar Pramono, di Pancoran Chinatown Point Mall, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (3/3).
Penjualan Tiket Mudik di Terminal Kampung Rambutan MeningkatPramono menyampaikan, penumpukan penumpang di titik-titik tidak resmi tidak boleh dibiarkan. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat dan penyedia jasa transportasi untuk mematuhi aturan dengan beroperasi di terminal resmi yang telah disediakan pemerintah.
"Kami meminta semuanya menggunakan terminal secara resmi," katanya.
Untuk membantu masyarakat mudik ke kampung halaman, pada tahun ini, Pemprov DKI juga memfasilitasi sekitar 26.500 pemudik. Seluruh proses keberangkatan program ini dipastikan menggunakan transportasi dan terminal resmi.
"Termasuk nanti yang akan mudik, Jakarta yang sudah memutuskan yang akan mudik sebanyak 26.500 pemudik. Kami akan menggunakan transportasi ataupun terminal yang resmi," ungkapnya.
Meski demikian, Gubernur menyampaikan, titik pengangkutan dan penurunan penumpang di luar terminal tetap dimungkinkan selama memiliki izin resmi dari Pemprov DKI.
"Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta. Seperti Monas begitu, itu bisa digunakan," tandas Pram, sapaan akrabnya.