You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemotongan kabel utilitas jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Pergub Jaringan Utilitas Jadi Kunci Penataan Kabel Jakarta

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan teknis pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Jaringan Utilitas yang telah disahkan DPRD DKI pada Desember 2025 lalu.

"Kami berharap Perda bisa segera ditindaklanjuti,"

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mendorong agar Pergub tersebut segera diterbitkan. Menurutnya, tanpa aturan teknis, Perda Jaringan Utilitas tidak akan berjalan efektif di lapangan.

“Kami berharap Perda yang sudah dihasilkan bisa segera ditindaklanjuti oleh Bapak Gubernur dalam bentuk Pergub. Karena Perda ini tidak akan ada 'giginya’ kalau tidak ada Pergub. Pergub-lah yang mengatur teknis pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya, Rabu (4/3).

Bapemperda Tuntaskan Pembahasan Raperda Jaringan Utilitas

Aziz menilai, kondisi kabel yang menjuntai di sejumlah ruas jalan di Jakarta saat ini sudah mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan. Ia menyoroti banyaknya kabel yang tidak jelas kepemilikannya, khususnya dari penyedia layanan internet. Bahkan, tak sedikit kabel yang sudah tidak terpakai namun masih tergantung di udara.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga membahayakan keselamatan warga.

“Karena itu, kami mendorong agar Pergub segera dituntaskan sehingga seluruh jalan di Jakarta, terutama jalan protokol, tidak ada lagi kabel yang menjuntai,” tegasnya.

Lebih jauh, Aziz menekankan bahwa penataan kabel merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Selain faktor keamanan, aspek keindahan dan kerapian kota juga harus menjadi perhatian.

“Kalau kita ingin menjadi kota global, maka secara estetika juga harus siap. Tidak ada lagi kabel di atas. Semua tertata dan masuk ke bawah tanah sehingga terlihat lebih indah,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap Perda umumnya diberikan waktu maksimal satu hingga dua tahun untuk ditindaklanjuti melalui aturan turunan sebagai tahap pelaksanaan regulasi.

“Kita berikan waktu maksimum dua tahun. Tapi bukan berarti harus menunggu dua tahun. Kalau bisa segera ditindaklanjuti dengan Pergub tentu jauh lebih baik,” jelasnya.

Aziz menerangkan, penerbitan aturan turunan membutuhkan kesiapan anggaran dan teknis. Namun, ia optimistis Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memiliki komitmen untuk segera merealisasikan aturan tersebut.

“Saya kira Pak Gubernur punya perhatian besar terhadap hal ini. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan melalui Pergub-Pergubnya,” tandas Aziz.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye5390 personNurito
  2. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1432 personFolmer
  3. Inflasi Jakarta 0,13 Persen, Daging Ayam, Cabai, dan Beras Jadi Penyumbang Utama

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1173 personFakhrizal Fakhri
  4. Yuk Kunjungi Festival Palang Pintu XVII di Jalan Kemang Raya

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1052 personTiyo Surya Sakti
  5. Rencana Pengadaan Tanah Pembangunan MRT Segmen Thamrin-Kwitang Terus Disosialisasikan

    access_time08-10-2026 remove_red_eye831 personAldi Geri Lumban Tobing