You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IPAL taman bendera pusaka tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

IPAL di Taman Bendera Pusaka Ditargetkan Rampung Juni 2026

Proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terus dikebut sebagai upaya memperbaiki kualitas air dan mempercantik kawasan taman.

"Ada upaya seperti pemasangan pewangi"

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan IPAL saat ini masih dalam tahap pengerjaan dengan penggunaan alat berat dan mesin bor oleh pihak ketiga di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta.

Warga Diajak Jaga Kebersihan Taman Bendera Pusaka

Pengawas Taman Bendera Pusaka, Budi Purbadi mengatakan, pembangunan danau di kawasan tersebut memang belum sepenuhnya rampung karena masih menunggu penyelesaian IPAL.

"Jadi memang belum final. Saat ini kondisi air bukan sekadar kotor, tetapi sudah menghitam. Namun, ke depan diharapkan akan kembali bersih setelah IPAL selesai dibangun," ujarnya, Selasa (31/3).

Budi menjelaskan, pengelolaan kawasan taman dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), sementara penanganan air limbah dan danau buatan menjadi tanggung jawab Dinas SDA.

"Jika pembangunan IPAL sudah selesai, maka kondisi danau dipastikan akan jauh lebih bersih," terangnya.

Sementara itu, Ketua Subkelompok Peningkatan dan Pengendalian Air Limbah Dinas SDA DKI Jakarta, Glenn Santista menambahkan, pembangunan IPAL telah dimulai sejak pertengahan Januari 2026 dan ditargetkan rampung Juni mendatang.

"Kami menargetkan penyelesaian fisik pada Juni. Selama proses pengerjaan berlangsung, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, Dinas SDA terus melakukan upaya sementara seperti pengurasan dan pembersihan aliran air untuk mengurangi menurunnya kualitas air tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga, Desiarini (27) berharap, pengerjaan IPAL dapat segera diselesaikan karena kondisi bau dari aliran air masih kerap mengganggu, terutama saat beraktivitas di sekitar taman.

"Kadang baunya tidak tercium, tapi kalau muncul cukup mengganggu, apalagi saat berolahraga. Memang sudah ada upaya seperti pemasangan pewangi di beberapa titik, tapi masih kalah dengan bau dari air yang menghitam," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2010 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye967 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye878 personFakhrizal Fakhri
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye850 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Renovasi Jakarta Islamic Centre

    access_time16-07-2026 remove_red_eye761 personFakhrizal Fakhri