You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tps gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Percepat Penanganan Sampah Pastikan Kenyamanan Terjaga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik dalam kota yang terjadi usai libur Lebaran, serta sebagai dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.

"mempercepat penanganan sampah,"

Langkah percepatan ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, kondisi tersebut memang berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang. Salah satunya melalui pengaturan waktu pengangkutan (shifting) untuk mencegah antrean truk dan kepadatan di area maupun akses menuju lokasi.

Dinas LH DKI Pertegas Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumber

“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya, Senin (6/4).

Ia menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan sif pengangkutan truk sampah yang lebih terukur.

”Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga sif setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Asep menjelaskan, dengan pola tersebut, pihaknya memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam. Selain menjaga efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.

“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” tambahnya.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan seiring dengan percepatan pengangkutan. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih dan steril.

Sementara itu, TPS Rawadas yang merupakan TPS liar telah ditutup secara permanen melalui kolaborasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi. Lokasi tersebut telah sepenuhnya bersih dari sampah hingga Rabu (1/4) malam.

Penanganan juga tengah berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok). Setelah proses pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta penguatan pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan unsur kepolisian.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menargetkan dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal. Sisa sampah pasca arus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant.

“Kami berkomitmen untuk mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

    access_time21-05-2026 remove_red_eye2134 personTiyo Surya Sakti
  2. Pramono Dorong Target Net Zero Emission

    access_time22-05-2026 remove_red_eye1514 personDessy Suciati
  3. SMKN 46 Jakarta Adakan Job dan Edu Fair 2026

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1273 personNurito
  4. Komisi A Tekankan Perencanaan APBD Disusun Akurat

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1157 personFakhrizal Fakhri
  5. Posisi Gubernur Pramono di C40 Cities Perkuat Program Iklim DKI

    access_time22-05-2026 remove_red_eye1119 personFakhrizal Fakhri