You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo meninjau lokasi binaan (Lokbin) dan Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam peninjauan tersebut, salah satu fokus perhatian Syafrin adalah rencana integrasi kawasan pasar dan Lokbin, termasuk pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

"Secara keseluruhan harus diintegrasikan"

Syafrin mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, kondisi Pasar Minggu saat ini sudah mendesak untuk segera direvitalisasi. Hal serupa juga berlaku untuk Lokbin yang menjadi tempat aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tumpukan Sampah di Pinggir Rel Stasiun Pasar Minggu Dibersihkan

Menurutnya, penataan Lokbin perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan kawasan pasar sehingga aktivitas pedagang dan masyarakat yang berbelanja menjadi lebih mudah dan nyaman.

"Kita tidak hanya melihat dari sisi PD Pasar Jaya atau lokasi binaan UMKM secara terpisah, tetapi secara keseluruhan harus diintegrasikan supaya aktivitas pedagang dan pembeli lebih mudah," ujarnya, Senin (27/7).

Terkait rencana revitalisasi, Syafrin menyampaikan, pihaknya sudah berdiskusi dengan pengelola pasar. Saat ini, proses revitalisasi telah memasuki tahap nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Ia berharap, setelah proses MoU selesai, dapat segera ditindaklanjuti dengan penyusunan perencanaan revitalisasi secara komprehensif.

Sementara itu, untuk penataan Lokbin, Syafrin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Penataan akan mencakup berbagai zona aktivitas, mulai dari pasar basah, pasar kering, pasar kuliner, hingga area parkir.

"Tujuannya agar masyarakat yang berkunjung ke Lokbin mendapatkan pengalaman yang baik dan nyaman dalam bermobilitas. Dengan begitu, akan muncul keinginan dari warga untuk langsung menuju ke dalam pasar dan tidak lagi berbelanja di trotoar yang saat ini dikuasai oleh PKL," bebernya.

Selain penataan kawasan, Syafrin menyoroti keberadaan tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang berada di sekitar area Lokbin. 

Ia menyebut, posisi TPS saat ini kurang tepat karena berada di bagian depan kawasan sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat yang datang.

Terlebih, volume sampah yang ditampung di TPS tersebut cukup tinggi, yakni rata-rata mencapai 40 hingga 45 ton per hari. Kondisi tersebut juga menimbulkan bau yang menyengat.

"TPS itu perlu dilakukan relokasi. Kami akan menyusun perencanaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memindahkan lokasi TPS tersebut ke bagian belakang Lokbin. Dengan demikian, diharapkan hanya pelaku UMKM setempat yang membuang sampah di sana," ucapnya.

Syafrin mengapresiasi pengelola Pasar Jaya yang telah menyediakan teba modern dengan kapasitas pengolahan sekitar 6 hingga 8 ton sampah per hari. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS di sekitar pasar secara signifikan.

"Pengelolaan di sini sudah cukup baik karena pemisahan sampah dilakukan sejak awal. Sampah yang masuk ke teba modern adalah sampah organik, sedangkan sampah nonorganik dan residu dibawa ke lokasi lain untuk pemilahan lebih lanjut," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

    access_time17-08-2026 remove_red_eye7902 personNurito
  2. Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

    access_time20-08-2026 remove_red_eye1421 personFolmer
  3. Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

    access_time19-08-2026 remove_red_eye1056 personNurito
  4. Munjirin Serahkan Santunan Pelajar Korban Kecelakaan Lalin

    access_time18-08-2026 remove_red_eye848 personNurito
  5. LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

    access_time22-08-2026 remove_red_eye806 personDessy Suciati