You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260408 WA0083
photo Nurito - Beritajakarta.id

Digitalisasi Pembayaran Gunakan QRIS Diterapkan di Pasar Palmeriam

Upaya mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di DKI Jakarta terus diperkuat melalui program Digitalisasi Pasar Inklusif 3.0. Salah satunya diterapkan di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur yang kini semakin adaptif terhadap sistem transaksi digital.

"Ekosistem pasar yang lebih modern"

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Lily Mochamad Sadeli mengatakan, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, serta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).

Melihat Aktivitas Transaksi Digital di Pasar Gondangdia

Menurutnya, program yang resmi dimulai pada 13 Februari 2026 tersebut menyasar 20 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya dan berlangsung selama satu bulan.

"Digitalisasi pasar inklusif tahap 3 ini menjadi wujud komitmen menghadirkan ekosistem pasar yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi sebagai penggerak perekonomian Jakarta," ujarnya, Rabu (8/4).

Lily menjelaskan, implementasi digitalisasi ini berdampak nyata terhadap peningkatan transaksi non-tunai, khususnya melalui QRIS. Hal ini tercermin dari bertambahnya merchant baru.

"Kami juga mencatat meningkatnya volume dan nominal transaksi digital, termasuk pada layanan pendukung seperti parkir dan fasilitas pasar lainnya," terangnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto menambahkan, pihaknya terus mendorong para pedagang untuk beralih ke sistem pembayaran digital. Dari total 153 pasar tradisional yang dikelola, sebanyak 60 pasar telah menerapkan digitalisasi.

"Tahun ini kami menargetkan tambahan 50 pasar lagi. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan perbankan untuk memberikan edukasi kepada pedagang," bebernya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari para pelaku usaha. Pedagang kue di Pasar Palmeriam, Aimul Chairi (45) mengaku telah menggunakan QRIS selama tiga tahun terakhir dan merasakan manfaatnya secara langsung.

"Pembeli sekarang lebih sering pakai non-tunai. Jadi lebih praktis, tidak perlu menyiapkan banyak uang kembalian dan lebih aman dari uang palsu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

    access_time21-05-2026 remove_red_eye2227 personTiyo Surya Sakti
  2. Pramono Dorong Target Net Zero Emission

    access_time22-05-2026 remove_red_eye1550 personDessy Suciati
  3. SMKN 46 Jakarta Adakan Job dan Edu Fair 2026

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1338 personNurito
  4. Komisi A Tekankan Perencanaan APBD Disusun Akurat

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1219 personFakhrizal Fakhri
  5. Posisi Gubernur Pramono di C40 Cities Perkuat Program Iklim DKI

    access_time22-05-2026 remove_red_eye1150 personFakhrizal Fakhri