You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260409 WA0031
photo Nurito - Beritajakarta.id

Matraman Jadi Pengumpul Sampah Nonorganik Terbanyak di Jaktim

Program pemilahan sampah langsung dari sumber terus digencarkan di Jakarta Timur. Hasilnya mulai terlihat, dengan Kecamatan Matraman mencatatkan diri sebagai pengumpul sampah nonorganik terbanyak.

"Program pilah sampah"

Camat Matraman, Muhammad Husnul Fauji mengatakan, warga senantiasa diedukasi dan diajak untuk memilah sampah sejak dini Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang.

Drop Box Kemasan Skincare di Halte CSW Dorong Warga Pilah Sampah dari Sumber

"Sampah nonorganik dikumpulkan melalui bank sampah di masing-masing RW, sedangkan sampah organik masih tetap dibuang ke TPST Bantar Gebang," ujarnya, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, sampah nonorganik yang telah dipilah kemudian dikumpulkan di bank sampah tingkat RW. Selanjutnya, sampah tersebut diangkut oleh petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur untuk disalurkan ke depo bank sampah induk di Ciracas yang dikelola pihak swasta.

Berdasarkan data suplai sampah nonorganik dalam satu bulan terakhir, Kecamatan Matraman menempati posisi teratas dengan jumlah mencapai 3.349 kilogram. Posisi berikutnya Kecamatan Jatinegara dengan 2.784 kilogram sampah, disusul Cipayung 2.096 kilogram, dan Cakung 1.315 kilogram.

Kemudian, untuk Kecamatan Ciracas berjumlah 771 kilogram, Kramat Jati 562 kilogram, Pulo Gadung 489 kilogram, Duren Sawit 385 kilogram, Pasar Rebo 346 kilogram, serta Makasar 201 kilogram.

"Tidak hanya dari sektor rumah tangga, program pilah sampah juga diperluas ke lingkungan tempat ibadah. Tercatat sebanyak 83 masjid, 21 musala, satu pondok pesantren, serta 43 bank sampah turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan volume sampah," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Palmeriam Setiawan menambahkan, operasional bank sampah di wilayahnya rutin dilaksanakan setiap bulan di 10 RW secara bergilir. 

Warga mengumpulkan dan menimbang sampah nonorganik untuk kemudian dijual ke depo bank sampah induk di Ciracas atau ke pengepul barang bekas.

"Menjelang penimbangan, kader Dawis bersama pengurus RT dan RW biasanya menjemput sampah langsung dari rumah warga untuk dikumpulkan di satu titik. Setelah itu, petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup mengangkutnya ke pengepul di Ciracas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2273 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1031 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye900 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye861 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye804 personBudhi Firmansyah Surapati