Pemprov DKI Dukung Penuh Penyelenggaraan BTN JAKIM 2026
BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) bakal kembali digelar pada Juni 2026 untuk mengakomodir aspirasi para pelari. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan ajang maraton internasional ini.
"memberikan dukungan semaksimal mungkin,"
Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara Press Conference BTN Jakarta International Marathon 2026 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4).
"Secara sungguh-sungguh, Pemerintah DKI Jakarta ingin memberikan dukungan semaksimal mungkin agar penyelenggaraannya berjalan dengan baik," ujar Pramono.
Pramono Lepas 10.000 Pelari Soekarno Run Runniversary 2026Menurut Pramono, penyelenggaraan ajang maraton ini bisa menjadi penggerak ekonomi dan simbol keamanan kota di kancah internasional. Saat ini, Jakarta pun menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara, setelah Singapura.
Hal ini tak terlepas dari rangkaian penyelenggaraan hari besar keagamaan, mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, Ramadan dan Idulfitri, beberapa waktu lalu.
"Saya dengar itu, yang sebelumnya nggak pernah terjadi. Kita sekarang hanya kalah dari Singapura dan momentum untuk penyelenggaraan Jakarta International Marathon ini menurut saya juga akan memperkuat itu," jelas Pramono.
Gubernur pun menyampaikan apresiasinya kepada BTN atas kembali terselenggaranya Jakarta International Marathon pada tahun ini. Menurut dia, ajang ini menjadi wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aktivitas olahraga dan gaya hidup.
Ia ingin melalui ajang maraton ini, Jakarta berkembang menjadi kota sport tourism yang menggabungkan olahraga, gaya hidup, dan ekonomi dalam satu ekosistem yang utuh.
Menurutnya, penyelenggaraan BTN JAKIM ini juga memberikan multiplier effect di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, dan reputasi global. Kehadiran ribuan pelari dan wisatawan akan mendorong peningkatan hunian perhotelan, kuliner, transportasi, retail perlengkapan olahraga, hingga UMKM lokal.
"Hotel-hotel pasti penuh, masyarakat datang dari mana saja, dan UMKM kita pasti berjalan dengan baik," lanjutnya.
Dalam penyelenggaraannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemprov DKI pun memastikan kesiapan penyelenggaraan ajang ini dengan bersinergi bersama berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.
"Kami betul-betul ingin membuat para pelari yang ikut Jakarta International Maraton ini happy dan mereka punya memori yang baik tentang penyelenggaraannya dan mudah-mudahan mereka akan ketagihan untuk selalu ikut Jakarta International Maraton," ujar dia.
Sementara, Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap penyelenggaraan Jakim 2026. Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa ajang lari telah menjadi gaya hidup masyarakat.
"Kita melihat pertama dari sisi animo ya, animo yang daftar itu memang cukup gila-gilaan lah menurut saya ya," ucap Nixon.
Sekadar diketahui, pada penyelenggaraan BTN JAKIM 2025, jumlah peserta tercatat mencapai 31 ribu dari 53 negara. Sedangkan pada tahun ini, jumlah peserta meningkat signifikan menjadi 40 ribu orang, dengan partisipasi 1.000 pelari internasional dari 45 negara dan masih akan terus bertambah.
Setiap aspek pelaksanaannya disiapkan dengan standar tinggi, mulai dari desain rute yang berpredikat Elite Road Race Label dari World Athletics, penyediaan water stations, cooling zones, live tracking, hingga cheering zones yang menghidupkan atmosfer lomba.
Selain itu, juga disiapkan dukungan medis dengan penambahan medical tents, tenaga medis, sistem respons cepat, sekaligus rute perlombaan yang telah melewati proses sterilisasi serta pengamanan berlapis.
BTN JAKIM 2026 akan diselenggarakan selama dua hari yaitu 13-14 Juni 2026 dengan empat kategori lomba, yakni 5K, 10K, Half Marathon, dan Full Marathon.