You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemandu wisata lokal ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pelatihan dan Sertifikasi Perkuat Daya Saing SDM Sektor Pariwisata

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata Skema Pemandu Wisata Lokal Tahun 2026.

"setiap wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik,"

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata. Pendaftaran kegiatan ini telah dibuka sejak 22 Maret 2026 melalui kanal resmi Dinas Parekraf DKI Jakarta.

Setelah melalui proses seleksi administrasi dan pre-test yang ketat, terpilih 40 orang peserta yang akan mengikuti rangkaian pelatihan intensif dan uji kompetensi.

Disparekraf Gelar Fam Trip ke Kawasan PIK

Pelaksanaan Kegiatan berlangsung selama lima hari dengan agenda Pembekalan Materi Pelatihan dan Praktik di Museum Bank Indonesia serta walking tour di Kawasan Kota Tua (13-16 April 2026) dan Pelaksanaan Uji Kompetensi (Sertifikasi) BNSP di Hotel Mercure Batavia, Jakarta Barat (17 April 2026).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata menegaskan, pentingnya peran pramuwisata dalam mencerminkan citra kota. Ia mengatakan, pemandu wisata adalah garda terdepan sekaligus duta yang merepresentasikan wajah Jakarta.

“Seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, kita membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya menguasai sejarah dan budaya, tetapi juga mampu memberikan layanan yang inklusif dan berstandar internasional. Pelatihan ini adalah investasi kita untuk memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik di Jakarta," jelas Andhika, Jumat (17/4).

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Endrati Fariani menyampaikan, kurikulum tahun ini memiliki keunggulan khusus dalam hal aksesibilitas.

Ia menjelaskan, kurikulum yang dirancang mengacu pada SKKNI dengan tambahan materi krusial seperti 'Jakarta Kota Inklusif'. Para peserta dibekali kemampuan dasar bahasa isyarat dan standar pelayanan bagi penyandang disabilitas.

“Fokus kami adalah mencetak pemandu wisata yang kompeten, responsif terhadap aspek keselamatan atau K3, dan mampu menjangkau seluruh lapisan wisatawan tanpa terkecuali," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Parekraf DKI Jakarta bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta dan LSP Pramuwisata Indonesia (Pramindo) untuk memastikan seluruh materi dan pengujian sesuai dengan standar industri terkini.

“Melalui sertifikasi resmi dari BNSP, para lulusan diharapkan memiliki kredibilitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di Jakarta,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Hadiri Halal Bihalal Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB

    access_time19-04-2026 remove_red_eye2761 personNurito
  2. KPKP Jakbar Pantau Hewan Liar di Permukiman Warga Jelambar

    access_time13-04-2026 remove_red_eye1746 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Warga RW 05 Rawa Terate Gencarkan Penanaman Pohon Produktif

    access_time13-04-2026 remove_red_eye1548 personNurito
  4. Rano Paparkan Potensi Ekraf Videografi dan Fotografi di Launching COJ

    access_time17-04-2026 remove_red_eye1546 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. KI DKI Apresiasi Peran Komdigi-ISKI Kawal Implementasi PP 17/2025

    access_time16-04-2026 remove_red_eye1495 personFolmer