Pengendalian Ikan Sapu-sapu di Jaktim Kumpulkan 1,87 Ton
Petugas gabungan berhasil melakukan pengendalian ikan sapu-sapu dengan hasil tangkapan mencapai 1,87 ton dari sejumlah lokasi.
"Mengganggu ekosistem karena bersifat invasif"
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi mengatakan, pengendalian ikan sapu-sapu masih akan dilanjutkan karena jumlahnya yang sangat banyak hingga dapat menganggu keseimbangan ekosistem.
Petugas Gabungan di Matraman Optimalkan Pengendalian Ikan Sapu-sapu"Ikan sapu-sapu ini sangat mengganggu ekosistem karena bersifat invasif. Bahkan, juga berpotensi berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi karena diduga sudah tercemar merkuri ujar Fauzi, Selasa (21/4).
Fauzi merinci, dari hasil tangkapan yang dilakukan kemarin, di Kecamatan Makasar mencapai 481,55 kilogram, Ciracas sebanyak 280 kilogram, dan Cipayung 250 kilogram.
"Untuk di Kecamatan Cakung berjumlah 240,6 kilogram, Pasar Rebo 178 kilogram, Kramat Jati 114 kilogram, Jatinegara 113,5 kilogram, Matraman 86 kilogram, Duren Sawit 64,5 kilogram, serta Pulo Gadung 47,2 kilogram," terangnya.
Menurutnya, sebanyak 70 petugas gabungan terdiri dari unsur kelurahan dan kecamatan, hingga suku dinas dikerahkan dalam pengendalian ikan sapu-sapu.
"Tidak kalah penting, kami juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penangkapan ikan invasif yang juga bisa merusak struktur tanggul ini," ungkapnya.
Ia berharap, upaya ini mampu mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang selama ini dikenal merusak habitat perairan dan mengancam keberlangsungan ekosistem lokal.
"Kita sangat perlu menjaga perairan kita agar ekosistemnya berjalan dengan baik dan dapat menjadi rumah bagi habitat lainnya," tandasnya.