Jakpro Perkuat Peran Penggerak Kawasan melalui Pembiayaan Inovatif
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyambut positif arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam BUMD Leaders Forum 2026 yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
"memastikan proyek tetap berjalan optimal,"
Bagi Jakpro, forum ini bukan titik awal melainkan konfirmasi bahwa langkah-langkah yang telah dijalankan perusahaan selama ini berada pada jalur yang tepat dan siap diakselerasi.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, Jakpro memperkuat perannya sebagai city master developer melalui pengembangan kawasan berbasis aset strategis.
Jakpro Dorong Integrasi JIS dan Stasiun KRLIa menyampaikan, Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) yang akan terkoneksi dengan layanan KRL pada Juni 2026 dan ke depan terintegrasi dengan jaringan LRT Jakarta menjadi contoh pengembangan ekosistem terpadu yang menggabungkan fungsi olahraga, komersial, dan ruang publik.
“Sekaligus diperkuat konektivitasnya melalui jalur pedestrian terintegrasi JIS–Ancol untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendorong koridor ekonomi baru di Jakarta Utara,” ujarnya, Selasa (21/4).
Iwan menjelaskan, penguatan konektivitas ini mendorong peningkatan aktivitas kawasan, terlihat dari semakin tingginya kunjungan dan pemanfaatan venue, serta mulai terbentuknya simpul ekonomi baru di wilayah Jakarta Utara.
“Pengembangan kawasan berbasis mixed-use dan transit-oriented development (TOD) selanjutnya akan memperkuat nilai investasi jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan kota yang lebih terintegrasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, Jakpro mengedepankan pendekatan creative financing melalui berbagai skema dalam menjalankan proyek strategis, seperti project financing, revenue sharing, dan kemitraan investasi dengan sektor swasta.
Iwan menyampaikan, implementasi pendekatan ini telah terlihat pada berbagai proyek berbasis aset yang dikembangkan bersama mitra strategis.
“Termasuk pengelolaan fasilitas sportaiment dan seni budaya seperti JIS, Velodrome, dan Taman Ismail Marzuki (TIM), serta pengembangan proyek komersial tanpa ketergantungan langsung pada APBD,” ucapnya.
Ia menjelaskan, total kunjungan ketiga venue yang dikelola Jakpro mencapai lebih dari 3,5 juta pengunjung sepanjang tahun 2025. Dengan total event mencapai lebih dari 750 event di ketiga venue strategis yang dikelola Jakpro tersebut. Sementara itu, persentase Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar lebih dari 88 persen.
“Ini artinya bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap venue pada kategori Sangat Baik. Jakpro fokus pada aktivasi venue JIS, Velodrome, dan TIM sebagai upaya meningkatkan awareness publik dan membangkitkan crowd untuk menciptakan nilai tambah dan dampak pengali di masa depan,” ucapnya.
Selain itu, Jakpro juga tengah fokus mengakselerasi revitalisasi Pasar Muara Karang (PMK), dan ditargetkan pada semester kedua tahun ini akan tuntas. Seluruh pekerjaan fondasi dan struktur bawah telah rampung 100 persen, dan saat ini pengerjaan difokuskan pada struktur atas. Progres struktur atas telah mencapai lantai enam untuk sekitar 50 persen area bangunan.
Ia menjelaskan, Pasar Muara Karang dihadirkan lebih dari sekadar ruang transaksi, tapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat daya saing menuju Jakarta sebagai kota global yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Pendekatan ini memastikan proyek tetap berjalan optimal dengan struktur pembiayaan yang sehat, sekaligus memberikan imbal hasil yang terukur bagi mitra dan nilai tambah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penguatan mekanisme penjaminan proyek juga terus dilakukan guna meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih kompetitif,” tandasnya.