BPS Ajak Pengusaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026.
"menyediakan data ekonomi yang lengkap dan akurat,"
Acara yang melibatkan ratusan pelaku usaha sektor industri ini diselenggarakan di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (22/4). Acara ini merupakan kegiatan perdana di Jakarta dalam rangkaian agenda Sensus Ekonomi 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto menjelaskan, data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi fondasi bagi transformasi Jakarta menuju kota global dan meningkatkan daya saing.
BPS DKI Catat Inflasi Jakarta 0,63 Persen"Sensus ekonomi akan menyediakan data ekonomi yang lengkap dan akurat untuk mengukur dan memetakan daya saing global Jakarta," ujar Kadarmanto.
Ia menambahkan, sektor industri pengolahan merupakan kontributor ekonomi terbesar kedua di Jakarta setelah sektor perdagangan. Karena itu, partisipasi pelaku industri dalam pendataan sensus ekonomi ini sangat penting sebagai dasar kebijakan arah pembangunan.
"Nanti sensus ekonomi harapannya dapat menghasilkan data perekonomian desa hingga wilayah sampai terkecil. Jadi kita bisa lihat nanti di Jakarta ini yang paling menggeliat ekonomi di mana saja," jelas dia.
Kadarmanto menyampaikan, kegiatan sensus ekonomi diselenggarakan untuk mendukung peran Jakarta sebagai pusat bisnis nasional maupun internasional. Sensus ekonomi juga akan menyediakan data ekonomi yang lengkap dan akurat untuk mengukur dan memetakan daya saing global Jakarta.
Kegiatan Ngibar (Ngisi Bareng) ini diselenggarakan untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan data yang lengkap dan akurat. Melalui metode ini, pelaku usaha mendapatkan pendampingan langsung dari tim BPS dan Dinas PPKUKM untuk mengisi data secara mandiri melalui tautan internal yang langsung terhubung ke server pusat BPS RI.
"Kalau di DKI dimulai dari usaha-usaha yang paling mendominasi DKI khususnya yang sekarang ini penting karena kita ingin memajukan tentang perusahaan industri," lanjutnya.
BPS mencatat ada sekitar 1,4 juta perusahaan dalam Statistical Business Register (SBR) di DKI Jakarta yang akan didata. Bagi pelaku usaha yang tidak mengikuti kegiatan Ngibar, petugas BPS akan melakukan aksi jemput bola melalui pendataan door-to-door.
"Itu nanti dimulainya adalah 15 Juni sampai dengan Agustus 31. Kita akan kerahkan saat ini sekitar hampir sekitar lebih dari sekitar 1.000 petugas nanti akan dikirim ke seluruh RT yang ada di Jakarta," ujar dia.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Juanda Permana Jaya menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap program pemerintah pusat.
Kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 diselenggarakan selama 22-23 April 2026 dan dihadiri oleh sekitar 300 perusahaan industri di Jakarta yang terbagi dalam empat sesi kehadiran.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan perusahaan industri yang memiliki peran yang sangat strategis bagi perekonomian Jakarta," tandasnya.
Juanda menyampaikan, partisipasi aktif para pimpinan perusahaan industri besar maupun industri menengah di Jakarta bukan hanya sekadar kewajiban dalam pendataan, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam membangun Jakarta.