Patroli Unsur Tiga Pilar di Jatinegara Ditingkatkan untuk Cegah Tawuran
Upaya pencegahan tawuran di wilayah Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur terus ditingkatkan. Unsur tiga pilar mengintensifkan intensitas patroli malam hari untuk menekan potensi konflik yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan.
"Melibatkan berbagai elemen masyarakat"
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait sudah melakukan langkah antisipatif.
Satpol PP Antisipasi 43 Titik Rawan Tawuran Selama RamadanMenurutnya, apel cipta kondisi sudah dilaksanakan sejak Jumat hingga Minggu malam di halaman Markas Polres Metro Jakarta Timur yang dilanjutkan dengan patroli gabungan ke wilayah-wilayah rawan.
"Setelah apel, kita melaksanakan patroli bersama di lokasi rawan tawuran wilayah Kecamatan Jatinegara," ujarnya, Rabu (22/4).
Namun demikian, ia mengungkapkan, para pelaku diduga telah memantau pergerakan petugas sebelum beraksi, sehingga berhasil menghindari patroli gabungan.
"Dalam kegiatan patroli, unsur tiga pilar juga melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Pokdarkamtibmas, Siskomas, Satlinmas, serta komponen masyarakat lainnya," terangnya.
Teguh menjelaskan, upaya pencegahan juga diperkuat melalui keberadaan lima Posko Jaga Jakarta Antitawuran yang tersebar di sejumlah titik, yakni di Pasar Deprok (Kelurahan Cipinang Muara); Rumah Pompa dan rumah dinas lurah di Kelurahan Cipinang Besar Utara; Jembatan Serong di Kelurahan Cipinang Besar Selatan; serta Posko Tongtek di Kelurahan Kampung Melayu.
"Sinergisitas antara Satpol PP, Polsek Jatinegara, dan Koramil beserta jajaran Babinsa selama ini berjalan solid dalam mengantisipasi dan menangani potensi tawuran," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono menuturkan, pada peristiwa Senin dini hari, bentrokan fisik tidak sempat terjadi. Kedua kelompok remaja hanya terlibat saling ancam sebelum akhirnya melarikan diri saat petugas datang.
"Belum sempat terjadi tawuran dan mereka hanya saling mengancam. Sejauh ini belum ada yang diamankan karena pelaku langsung melarikan diri," ucapnya.
Meski tidak ada pelaku yang ditangkap, lanjut Samsono, pihaknya tetap meningkatkan pengawasan, termasuk menempatkan personel berseragam maupun berpakaian sipil di sejumlah titik strategis, khususnya di sepanjang Jalan DI Panjaitan.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, dua kelompok remaja yang diduga terlibat tawuran berasal dari wilayah Jalan Mayong dan Jalan Remaja, Kelurahan Cipinang Besar Utara," tandasnya.