You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakut Stok dan Keamanan Pangan Nataru anita
photo Doc - Beritajakarta.id

Legislator Dorong Penguatan Pengawasan Pangan

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam membangun sistem pengawasan pangan terpadu dan berkelanjutan.

"DPRD akan mendorong penguatan koordinasi antarinstansi,"

Hal ini disampaikan Al Fatih, usai penindakan yang dilakukan Satpol PP Sawah Besar, Jakarta Pusat terhadap aktivitas lima pria yang kedapatan mengolah dan menjual daging ikan sapu-sapu dari aliran Kali Ciliwung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah adanya laporan warga. Pemerintah, tambah dia, perlu melakukan langkah proaktif melalui inspeksi rutin di pasar tradisional maupun lokasi pedagang kaki lima.

Pemkot Jakbar Jaring 217 Kilogram Ikan Sapu-Sapu

“Kasus ini menjadi alarm keras yang tidak boleh diabaikan. DPRD akan mendorong penguatan koordinasi antarinstansi,” ujarnya, Senin (27/4).

Selain itu, Al Fatih juga mendorong pelaksanaan uji laboratorium secara berkala terhadap bahan baku pangan, khususnya produk olahan ikan yang dijual pedagang kecil.

Ia menegaskan, penguatan regulasi juga diperlukan dengan penerapan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang terbukti membahayakan kesehatan publik. Menurutnya, pelanggaran semacam ini tidak cukup hanya diberikan peringatan.

“Perlu sanksi administratif yang lebih berat, pencabutan izin usaha, hingga proses pidana jika terbukti membahayakan konsumen. Ini bukan sekadar pelanggaran dagang, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Al Fatih menyebut, program pengendalian ikan sapu-sapu perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Ia memaparkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, masih minimnya edukasi kepada masyarakat. Pemprov DKI diminta lebih masif menyosialisasikan bahaya konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan perkotaan yang berpotensi mengandung logam berat dalam kadar berbahaya.

Kedua, dampak ekonomi terhadap pedagang kecil yang jujur. Ia mengaku prihatin karena kasus ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pedagang makanan, seperti penjual siomay, meskipun banyak di antaranya tidak menggunakan bahan berbahaya.

“Inilah yang disebut efek berantai. Kesalahan segelintir oknum telah merugikan ribuan pedagang siomay keliling yang jujur dan menggantungkan hidupnya dari usaha itu sehari-hari. Pemerintah harus hadir melindungi mereka, salah satunya melalui sertifikasi atau label keamanan pangan bagi pedagang kecil yang memenuhi standar,” jelasnya.

Ketiga, upaya pemberantasan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara rutin dan terencana. Pasalnya, ikan ini merupakan spesies invasif yang berkembang biak cepat, sehingga pengendalian tidak bisa dilakukan secara sporadis.

“Harus ada program rutin, terjadwal, dan terukur, dengan melibatkan komunitas warga, relawan sungai, hingga pembudidaya ikan untuk pemanfaatan non-konsumsi, seperti pakan ternak atau kompos,” kata Al Fatih.

Terakhir, ia menekankan pentingnya penanganan akar masalah, yakni pencemaran sungai. Kandungan logam berat pada ikan sapu-sapu, kata dia, berasal dari limbah industri dan rumah tangga yang mencemari perairan.

“Selama pencemaran tidak ditangani serius dan pelaku pembuangan limbah ilegal tidak ditindak tegas, maka risiko terhadap kesehatan masyarakat akan terus berulang,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7378 personTiyo Surya Sakti
  2. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1311 personDessy Suciati
  3. Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir

    access_time08-07-2026 remove_red_eye1085 personTiyo Surya Sakti
  4. Pecahkan Rekor MURI, 2.445 Anak Ikuti Khitanan Massal PAM Jaya

    access_time08-07-2026 remove_red_eye1082 personDessy Suciati
  5. Resmikan Halte Swadharma Paragon, Pramono Dorong Skema Pembiayaan Kreatif dengan Swasta

    access_time09-07-2026 remove_red_eye966 personDessy Suciati