You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Munjirin Takziah ke Rumah Harum Anjarsari Korban Laka KRL di Bekasi
photo Nurito - Beritajakarta.id

Munjirin Takziah ke Rumah Duka Harum Anjarsari Korban Kecelakaan Kereta

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin melakukan takziah ke rumah duka Harum Anjarsari (27) di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung yang menjadi salah satu korban kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat.

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam"

Munjirin tiba sekitar pukul 06.10 WIB. Turut mendampingi Munjirin, Camat Cipayung, Diman; Lurah Ceger, Ahmad Syaefudin; serta Lurah Setu, Dwi Widiastuti. Pelaksanaan doa bersama dalam kesempatan tersebut dipimpin Ketua RW 03, Kelurahan Setu, Maah Setiawan.

Pemprov DKI Beri Pendampingan ke Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Usai memanjatkan doa, Munjirin menyerahkan bantuan uang duka kepada ibunda almarhumah, Sri Lestari (58).

Munjirin menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Harum yang merupakan istri Ryan Aditya Suryana dan ibu dari dua anak yang masih kecil.

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya almarhumah dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujarnya, Rabu (29/4).

Ia menuturkan, Harum dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membantu perekonomian keluarga. Ia bekerja sebagai supervisor di perusahaan swasta di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat kejadian, Harum tengah dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di Tambun, Bekasi, menggunakan KRL yang terlibat kecelakaan dengan kereta Argo Bromo.

Pemerintah Kota Jakarta Timur, lanjut Munjirin, akan membantu proses pemakaman di TPU Cipayung yang prosesnya sudah dikoordinasikan dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota setempat.

Sementara itu, ibunda almarhumah, Sri Lestari (58) mengaku sangat kehilangan anak sulungnya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Munjirin dan jajaran serta tim gabungan yang telah membantu proses evakuasi dan identifikasi jenazah di RS Polri Kramat Jati.

"Sebelum meninggal, almarhumah seperti punya firasat. Ia sering meminta pulang ke Setu, padahal selama ini tinggal di Tambun," bebernya.

Ia mengungkapkan, seminggu sebelum kejadian, Harum sempat mengajak teman-temannya untuk berkumpul di rumah orang tuanya. 

"Tanpa disangka, ajakan tersebut justru terwujud dalam suasana duka, ketika para kerabat berdatangan untuk melayat," tandasnya.

Untuk diketahui, jenazah Harum tiba di rumah duka setelah dilakukan proses identifikasi di RS Polri pada Selasa (28/4) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Selama ini, meski telah berkeluarga dan tinggal di Tambun, almarhumah tetap membantu memenuhi kebutuhan orang tuanya di Setu.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi yang peduli dan pekerja keras.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

    access_time28-07-2026 remove_red_eye9032 personAnita Karyati
  2. 14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time28-07-2026 remove_red_eye3455 personNurito
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye2647 personTiyo Surya Sakti
  4. MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

    access_time29-07-2026 remove_red_eye1720 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1618 personNurito