You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Stok beras dok
photo Doc - Beritajakarta.id

Inflasi Jakarta pada April 2026 Tercatat 2,12 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Jakarta pada April 2026 sebesar 2,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,68.

"Kenaikan tertinggi pada kelompok perawatan pribadi,"

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto menyampaikan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,58 persen,” ujarnya, Selasa (5/5).

Pemkot Jakut-BPS Canangkan Kelurahan Cinta Statistik di Koja

Selanjutnya, kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,35 persen; kelompok pendidikan 2,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,89 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 1,79 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,69 persen.

Kemudian, kelompok transportasi naik 1,61 persen; kelompok kesehatan 1,60 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,14 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,39 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen.

Sementara itu, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada April 2026 tercatat sebesar 0,21 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,12 persen.

Berdasarkan pemantauan harga pada kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di DKI Jakarta, IHK juga mengalami kenaikan dari 107,40 pada April 2025 menjadi 109,68 pada April 2026.

Sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, beras, minyak goreng, tarif ojek online roda dua, biaya pendidikan (SD dan SMP), daging sapi, ayam goreng, hingga tarif pulsa ponsel. Komoditas lain seperti kopi bubuk, parfum, sewa rumah, dan upah asisten rumah tangga juga turut memberikan andil.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, telepon seluler, kentang, tahu mentah, serta beberapa produk kebersihan seperti deterjen cair, pembersih lantai, dan pengharum cucian.

Pada sisi month-to-month (m-to-m), inflasi terutama didorong oleh angkutan udara, beras, ayam goreng, minyak goreng, bensin, tarif kereta api, nasi dengan lauk, kopi bubuk, serta beberapa kebutuhan rumah tangga seperti kasur, lemari pakaian, dan laptop.

“Adapun komoditas yang menahan laju inflasi m-to-m antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, bawang merah, serta sejumlah sayuran seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang,” kata Kadarmanto.

Secara keseluruhan, kontribusi inflasi y-on-y menurut kelompok pengeluaran di DKI Jakarta berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,82 persen; makanan, minuman, dan tembakau 0,45 persen; transportasi 0,22 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,17 persen; dan pendidikan 0,14 persen.

Kemudian pakaian dan alas kaki 0,08 persen; perlengkapan rumah tangga 0,07 persen; perumahan 0,06 persen; kesehatan 0,05 persen; serta masing-masing 0,03 persen dari kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan serta rekreasi, olahraga, dan budaya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11259 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye7529 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6744 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3591 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1689 personFolmer