Dharma Jaya Percepat Impor 7.500 Sapi
Perumda Dharma Jaya mempercepat pengadaan stok sapi impor sebanyak 7.500 ekor sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan Jakarta. Langkah ini diambil di tengah potensi gangguan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik dan perubahan iklim.
"Tantangan utamanya saat ini lebih kepada ketersediaan kapal,"
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, percepatan pengadaan dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi kendala distribusi global, terutama untuk komoditas impor.
“Yang menjadi kekhawatiran, khususnya untuk komunitas daging impor, adalah potensi kelangkaan bahan baku. Tantangan utamanya saat ini lebih kepada ketersediaan kapal, kemungkinan kelangkaan bahan bakar, serta negara asal yang mulai menahan stok untuk kebutuhan mereka sendiri,” ungkapnya, Rabu (6/5).
Dharma Jaya Siapkan Strategi Ketahanan Pangan JakartaKarena itu, sambungnya, Dharma Jaya memanfaatkan kondisi yang saat ini masih relatif kondusif untuk mempercepat pembelian stok.
“Karena situasinya masih relatif mild, kami sedang agresif melakukan pembelian stok. Jika sebelumnya kami merencanakan pembelian 500 ekor, bulan depan langsung kami tingkatkan menjadi 1.000 ekor,” ujarnya.
Raditya menyampaikan, target pengadaan 7.500 ekor sapi dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, sekitar 1.500 ekor telah masuk dalam tiga tahap pengiriman, dan tambahan 1.000 ekor segera didatangkan. Dengan demikian, total 2.500 ekor akan tersedia dalam waktu dekat, sementara sisa 5.000 ekor diupayakan masuk lebih cepat.
“Target saya sebenarnya seluruh pengadaan 7.500 ekor bisa selesai pada Juni atau Juli. Namun, pengiriman tidak bisa dilakukan sekaligus karena slot kapal dipakai banyak vendor. Jadi memang harus bersaing untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia,” jelasnya.
Selain memperkuat stok impor, Dharma Jaya juga mulai mengintensifkan pengembangan pasokan sapi lokal sebagai strategi diversifikasi sumber pangan.
“Kami juga sedang menjajaki penguatan ketahanan pangan berbasis sapi lokal. Selama ini sebenarnya kami sudah bermitra dengan daerah-daerah penghasil sapi, dan sekarang akan lebih kami galakkan lagi,” katanya.
Sementara untuk komoditas unggas, pihaknya memastikan kondisi pasokan ayam relatif aman dan telah mandiri. Dharma Jaya juga sedang menyiapkan langkah lanjutan penguatan pasokan setelah Iduladha.
“Saya berharap langkah percepatan pengadaan stok ini dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan distribusi pangan global,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sistem ketahanan pangan melalui kerja sama antardaerah penghasil pangan, sekaligus mempercepat pengadaan stok komoditas strategis, termasuk daging.
“Terutama beras dan komoditas lainnya, kami saat ini sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berjalan dengan baik. Tentunya ada persoalan El Nino yang berdampak pada daerah tersebut. Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya pompa dan sebagainya, agar produksi tetap terjaga,” ungkap Pramono.
Pramono menyampaikan, terkait kebutuhan daging, Pemprov DKI Jakarta telah menyetujui penambahan impor sapi oleh Perumda Dharma Jaya dari Australia guna memastikan ketersediaan stok di Jakarta.
“Untuk daging, saya sudah menyetujui Dharma Jaya menambah impor sapi dari Australia. Sebelumnya sudah masuk kurang lebih 3.000 ekor. Kali ini targetnya 7.500 ekor. Saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya sudah ada di Jakarta daripada masih harus menunggu di luar,” tegasnya.