Pramono Sebut Perempuan Jadi Ujung Tombak Kemajuan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan kemajuan signifikan yang diraih Jakarta saat ini tidak terlepas dari peran perempuan, baik di level kebijakan maupun penggerak di lapangan.
"Jakarta berterima kasih,"
Hal ini disampaikannya saat membuka diskusi interaktif Para Kartini Masa Kini: Perempuan Memilih yang diselemggarakan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5).
Mengusung tema ‘Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat’, Pramono pun menekankan pentingnya kesetaraan gender di berbagai sektor. Bahkan ia menyebut hampir separuh jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta saat ini dijabat oleh perempuan.
Pemkot Jakbar Perkuat Pokja Pengarusutamaan Gender"Beberapa kepala yang sangat strategis, yang bertanggung jawab terhadap banjir pun, perempuan. Bappeda, Bapenda, dan sebagainya perempuan. Sehingga dengan demikian, isu tentang perempuan di Jakarta relatif hampir tidak pernah ada," ujar Pramono.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Gender 2025, Jakarta bahkan termasuk yang tertinggi di Indonesia yakni mencapai 95,5. Menurut Pramono, peran perempuan juga terlihat dalam pembangunan kota yang semakin membaik.
Hal ini tercermin dari hasil pendataan Badan Pusat Statistis yang menyebutkan jumlah RW kumuh di Jakarta pada tahun ini menurun drastis dari 445 pada 2017 menjadi 211 RW di 2026. Pencapaian ini, kata dia, merupakan hasil kerja keras para perempuan yang menjadi ujung tombak di lapangan, seperti kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik.
Selain itu, kontribusi perempuan juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,59 persen dengan inflasi yang terkendali di angka 2,32 persen.
"Maka dengan demikian, Jakarta berterima kasih dengan peran perempuan yang menurut saya riil di lapangan," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyoroti cara pandang generasi muda Gen Z terhadap emansipasi. Menurutnya, bagi Gen Z, sosok Kartini bukan lagi sekadar simbol sejarah berbaju kebaya, melainkan simbol kemandirian finansial dan kebebasan berekspresi.
Karena itu untuk mempercepat transformasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, progresif, dan terbuka, Pramono menekankan pentingnya memberikan ruang yang maksimal bagi para Gen Z.
"Mereka adalah generasi yang tidak lagi melihat gender sebagai penghalang, melainkan sebagai spektrum kekuatan berkolaborasi secara setara," katanya.
Gubernur pun mengajak para perempuan untuk terus bersinergi mewujudkan kota yang inklusif, manusiawi, setara, dan terbuka. Pemprov DKI, kata dia, akan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang, berdaya, dan menentukan pilihannya tanpa batas maupun sekat.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung menyampaikan potensi besar yang dimiliki oleh perempuan untuk terus tumbuh, berkembang, dan berdaya. Karena itu, perlunya semua pihak untuk bersama-sama memastikan perempuan memiliki akses yang setara di berbagai sektor.
"Pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya membuka akses dan kesempatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan membangun lingkungan yang menghargai peran perempuan secara utuh," jelas Hani.
Hani melanjutkan, perempuan juga memiliki peran penting dalam pembangunan Jakarta, mulai dari membentuk karakter generasi masa depan dalam keluarga, berkarya di bidang ekonomi dan profesi, hingga menjadi penggerak sosial di tengah masyarakat.
"Kita harus memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak, baik di ruang keluarga, ruang publik, maupun ruang digital," tandasnya.
Dalam kegiatan ini, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta tentang penguatan lingkungan kerja inklusif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual berbasis gender di lingkungan kerja PT Transportasi Jakarta.
Selain itu, juga digelar penyaluran bantuan usaha kepada pelaku UKM Jakpreneur perempuan disabilitas dan perempuan penyintas kekerasan sebagai bentuk dukungan kemandirian ekonomi.