Pram Dukung Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Judi Online
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung penuh aparat penegak hukum yang membongkar markas judi online internasional di sebuah gedung perkantoran di Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakarta).
"Pemerintah DKI Jakarta memberikan support,"
Dari penggerebekan tersebut, Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah mengamankan 321 orang warga negara asing (WNA), yang 275 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
"Berkaitan dengan judi online, Pemerintah DKI Jakarta memberikan support dukungan sepenuhnya atas tindakan tegas yang diambil oleh aparat penegak hukum, terutama kepolisian untuk melakukan penggerebekan dan kemudian juga penyitaan," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5).
Rano Paparkan Dampak Sosial Judi Online di Talkshow KejagungPramono berharap, tindakan aparat hukum terhadap para pelaku dan aktivitas judi online tidak setengah-setengah. Sehingga bisa memberikan efek jera bagi warga lainnya yang terlibat aktivitas serupa di Jakarta.
Ia menegaskan, aktivitas judi online pasti melanggar hukum dan tidak memiliki izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI menegaskan dukungannya kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku judi online.
"Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya apabila kemudian aparat penegak hukum mengambil tindakan atau hukuman sekeras-kerasnya terhadap pelaku ini," tegasnya.
Aktivitas judi online ini, lanjutnya, memberikan dampak buruk bagi masyarakat yang terjerat, terutama dari kalangan masyarakat kurang mampu yang tertarik untuk mendapatkan keuntungan berlipat.
"Judol itu sudah memberikan dampak yang sangat negatif terutama bagi warga yang tidak berpendidikan, tidak mampu, dan mereka tertarik dengan sesuatu yang iming-iming tetapi sebenarnya ini sangat-sangat merugikan," tandas Pramono.