Pemkot Jaksel Sosialisasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengadakan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 secara hybrid di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
"Dipahami masyarakat secara luas"
Sosialisasi bertujuan memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Pemkot Jaktim Sosialisasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, proses penerimaan murid baru bukan sekadar kegiatan administratif tahunan, melainkan bagian penting dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang adil dan berkualitas.
"Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah dan pemerintah, tetapi juga oleh dukungan seluruh unsur masyarakat di tingkat kewilayahan," ujarnya, Senin (18/5).
Mukhlisin menyampaikan apresiasi kepada para camat, lurah, LMK, PKK, Dasawisma, serta pengurus RT dan RW yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Ia menegaskan, Pemkot Jakarta Selatan mendukung penuh pelaksanaan SPMB yang bersih, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses ini.
"Dalam pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, sinergisitas kewilayahan menjadi sangat penting agar proses penerimaan murid baru berjalan tertib, transparan, dan dipahami masyarakat secara luas," terangnya.
Mukhlisin meminta seluruh unsur kewilayahan membantu menyampaikan informasi resmi terkait mekanisme SPMB kepada warga, mulai dari jadwal pendaftaran, persyaratan administrasi, jalur penerimaan, hingga tata cara pengajuan apabila terjadi kendala di lapangan.
Menurutnya, proses penerimaan murid baru juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik di Jakarta Selatan.
"Semoga melalui proses ini akan lahir generasi muda Jakarta Selatan yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta mampu menjadi penerus pembangunan bangsa di masa depan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko menjelaskan, sosialisasi dilaksanakan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme, tahapan, jalur penerimaan, serta pemanfaatan sistem digital dalam pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
"Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan SPMB. Sehingga, proses penerimaan murid baru berjalan tertib, lancar, adil, dan memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat," tandasnya.