You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PSX 20260519 150058
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

KPKP Jakut Sosialisasikan Pemotongan Hewan Kurban

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, mensosialisasikan penerapan kesejahteraan, kesehatan dan sanitasi pemotongan hewan kurban.

Membekali panitia kurban dengan pengetahuan dan keterampilan teknis

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, sosialisasi ini bertujuan membekali panitia kurban dengan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait proses pemotongan hewan kurban yang sesuai syariat, aman, dan higienis.

“Mulai dari perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih, tata cara penyembelihan yang benar, penanganan daging setelah disembelih hingga pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban,” ujarnya, Selasa (19/5).

Sudin KPKP Jakut Sudah Periksa 2.656 Hewan Kurban

Novy menjelaskan, pengelolaan limbah kurban juga menjadi bagian penting dalam mendukung Gerakan Pilah Sampah “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tahun ini diikuti total 150 peserta dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti 100 peserta hari ini, terdiri dari pengurus masjid dan panitia kurban dari wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading.

“Tahap kedua akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Pluit, untuk peserta dari wilayah Penjaringan dan Pademangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, narasumber pada kegiatan tersebut berasal dari akademisi dan tokoh keagamaan. Materi yang diberikan meliputi tata laksana penyembelihan dan penanganan daging hewan kurban serta kurban dalam ajaran Islam.

Novy menuturkan, kegiatan sosialisasi tahun ini berkolaborasi dengan PT Indonesia Power dan Baznas Bazis Kota Jakarta Utara yang memberikan bantuan berupa pisau sembelih dan terpal.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan tempat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha hingga H+3.Kami berharap panitia dapat menerima petugas pemeriksa saat menjalankan tugas,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengingatkan agar panitia kurban tidak membuang limbah pemotongan hewan sembarangan. Menurutnya, limbah organik seperti jeroan dan isi perut hewan kurban berpotensi menimbulkan penyakit apabila tidak dikelola dengan baik.

“Limbah kurban sebaiknya dikubur atau bisa dimanfaatkan menjadi pakan maggot BSF. Kami berharap seluruh panitia menjaga kebersihan lingkungan agar ibadah kurban menjadi lebih berkah,” tukasnya. 

Wawan juga mengimbau pengurus masjid untuk memilah sampah dengan menyediakan tempat sampah terpisah, terutama untuk botol minuman plastik yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang peserta, perwakilan dari Masjid Baiturrahim, Kelurahan Warakas, Muhammad Rifad (25) mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan banyak pengetahuan baru terkait tata cara pemotongan hewan kurban yang baik dan benar.

“Selain mendapatkan ilmu, kami juga menerima bantuan dua terpal dan satu pisau sembelih yang nantinya sangat membantu pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5868 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2372 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2116 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1711 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1624 personNurito