You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DPRD Padang Panjang Pelajari Transformasi Digital dan Komunikasi Publik
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

DPRD Padang Panjang Pelajari Transformasi Digital dan Komunikasi Publik

Pimpinan DPRD Kota Padang Panjang melakukan studi ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mempelajari pengelolaan komunikasi publik, hubungan dengan pers, serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"SPBE ada bidang tersendiri,"

Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Imbral mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pola hubungan Pemprov DKI dengan media. Pasalnya, Kota Padang Panjang juga memiliki organisasi wartawan yang aktif melakukan peliputan di lingkungan pemerintahan daerah.

“Bagaimana hubungan kita dengan mereka itu, terutama para wartawan dan pers ini,” ujar Imbral, Selasa (19/5).

Setwan Kota Bandung dan Diskominfotik Bahas Komunikasi Publik di Era Digital

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Nurafni Fitri dan Mardiansyah berkesempatan menanyakan penerapan SPBE, transformasi digital, hingga digitalisasi pelayanan publik yang dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta, Syali Gestanon menjelaskan, pengelolaan komunikasi publik menjadi salah satu tantangan utama pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat.

Menurut Syali, Pemprov DKI menerapkan sistem kolaborasi dengan Koordinatoriat Wartawan Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta (Balkoters). Kelompok kerja tersebut beranggotakan sekitar 70 media yang telah terverifikasi Dewan Pers.

“Untuk pengelolaan pers itu ada sekitar 70-an yang terdaftar di Pressroom Balai Kota. Itu dilakukan secara mandiri. Jadi kita merangkul mereka untuk pers-pers yang memang secara legalitasnya sudah terdaftar dan diakui Dewan Pers,” ucap Syali.

Ia menjelaskan, Diskominfotik memfasilitasi para jurnalis dengan media center, akses internet, hingga ruang kerja. Sementara pengelolaan organisasinya dilakukan secara mandiri oleh para wartawan.

Menurutnya, sistem tersebut juga menjadi mekanisme penyaringan terhadap oknum yang mengaku wartawan namun tidak memiliki legalitas media yang jelas.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta rutin mengadakan media gathering setiap tahun sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan insan pers.

Dari sisi SPBE, Syali menjelaskan, transformasi digital di Jakarta masih terus berjalan, meski kini lebih diarahkan pada integrasi layanan digital antarperangkat daerah.

Ia mengungkapkan, tantangan utama digitalisasi pelayanan publik sebelumnya adalah banyaknya aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah.

“Jadi intinya dari kami SPBE ini dikelola, ada bidang tersendiri. Mungkin di Padang Panjang juga ada ya terkait dengan tata kelola ini mengatur payung hukum, kemudian ketentuan, proses bisnis, dan lain-lain,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6283 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2730 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2277 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1910 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1785 personNurito